{"id":2913,"date":"2022-12-17T10:24:09","date_gmt":"2022-12-17T03:24:09","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2913"},"modified":"2022-12-21T10:29:29","modified_gmt":"2022-12-21T03:29:29","slug":"tips-cara-mengatasi-cemas-di-kantor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/12\/17\/tips-cara-mengatasi-cemas-di-kantor\/","title":{"rendered":"Tips Cara Mengatasi Cemas di Kantor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Penyebab munculnya cemas di kantor sangat beragam. Mulai dari tuntutan pekerjaan, tekanan dari atasan, konflik dengan rekan kerja, atau masalah individu seperti gangguan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara mengatasi cemas di kantor sebenarnya bisa dimulai dari diri sendiri, tidak selalu harus terburu-buru\u00a0<em>resign\u00a0<\/em>atau mengundurkan diri. Lagipula, Anda tak sendiri. Ada banyak karyawan yang juga mengalami stres sepanjang hari saat harus bekerja. Ketika kecemasan ini cenderung berlebih, baik fisik maupun mental bisa terdampak.<\/p>\n<h2 id=\"tanda-tanda-cemas-di-kantor\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanda-tanda cemas di kantor<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada banyak sekali hal yang dikhawatirkan seseorang ketika mengalami kecemasan di tempat kerja. Beberapa contohnya adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Perjalanan ke tempat kerja<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Masalah keuangan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Interaksi dengan rekan kerja<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berpartisipasi dalam\u00a0<em>meeting<\/em><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Penilaian pekerjaan berkala<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Harus melakukan presentasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tenggat waktu pekerjaan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tugas terkait pekerjaan lainnya<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika kecemasan itu menjadi kian nyata, akan terlihat perilaku-perilaku seperti:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mudah lupa<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengerjakan sesuatu terlalu lama<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tidak dapat memenuhi tenggat waktu<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kurang konsentrasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Produktivitas menurun<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tidak masuk kerja<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Hubungan dengan keluarga ikut memburuk<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, akan muncul gejala somatik di tubuh seperti pusing, sakit perut, hingga terasa tertekan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penyebab munculnya kecemasan ini sangat beragam. Mulai dari tuntutan pekerjaan, tekanan dari atasan, konflik dengan rekan kerja, atau masalah individu seperti gangguan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya.<\/p>\n<h2 id=\"cara-mengatasi-cemas-di-kantor\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mengatasi cemas di kantor<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kabar baiknya, ada cara mengatasi cemas di kantor agar tidak kian parah. Beberapa hal yang dapat Anda coba adalah:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Berdiskusi dengan atasan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika kecemasan saat bekerja ini cukup signifikan, tentu produktivitas jadi menurun. Atasan yang akan mengetahui perubahan ini. Oleh sebab itu, libatkan atasan untuk berdiskusi tentang cara mengatasi cemas di kantor.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Siapa tahu, atasan bisa membantu melihat kecemasan Anda dengan perspektif berbeda. Intinya adalah bagaimana agar Anda bisa menuntaskan pekerjaan dengan lebih efektif.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Bercerita pada rekan kerja<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila ada rekan kerja yang tepercaya, sampaikan saja apa yang menjadi sumber kecemasan. Ini dapat memberikan suntikan semangat karena ada dukungan sosial. Dengan demikian, stres bisa berkurang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Bekerja sesuai kapasitas<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila kecemasan di tempat kerja berasal dari hal-hal seputar pekerjaan, cobalah bekerja sesuai kapasitas. Beberapa hal yang dapat diupayakan seperti:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Fokus pada satu pekerjaan di satu waktu (monotasking)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Diskusikan skala prioritas pekerjaan bersama atasan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendengarkan musik di tempat kerja<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membuat tenggat waktu singkat namun sering agar kian fokus<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Meluangkan waktu lima menit untuk\u00a0meditasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengambil jeda ketika merasa\u00a0<em>burnout<\/em><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berjalan kaki saat istirahat makan siang<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Hadapi stres dengan cepat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada baiknya juga menerapkan strategi menghadapi stres dengan cepat saat berada di tempat kerja. Ini adalah hal yang bisa diaplikasikan dengan cepat dan cukup efektif.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apa saja caranya?<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berjalan kaki sejenak selama beberapa menit<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendengarkan musik menenangkan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencoba teknik pernapasan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengambil jeda untuk berbincang santai dengan rekan kerja<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencoba visualisasi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menonton video lucu<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Grounding<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Teknik\u00a0<em>grounding<\/em>\u00a0juga bisa dilakukan untuk mengalihkan fokus secara positif. Ini berarti benar-benar\u00a0<em>mindful\u00a0<\/em>merasakan momen saat itu lewat indra-indra yang ada. Anda akan menjadi lebih terkoneksi dengan lingkungan sekitar.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Langkah-langkah yang bisa dilakukan seperti:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memegang cangkir teh panas atau gelas dingin<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendengarkan suara yang menenangkan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memperhatikan hal spesifik yang ada di lingkungan sekitar<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencium aroma parfum, minyak esensial, atau lilin<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencicipi makanan dengan aroma kuat seperti lemon<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pada langkah-langkah di atas, seluruh indra digunakan secara optimal sehingga Anda bisa kembali fokus pada apa yang terjadi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Jalani gaya hidup sehat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gaya hidup sembarangan rupanya bisa memperparah stres di tempat kerja. Oleh sebab itu, pastikan\u00a0<em>sleep hygiene<\/em>\u00a0terjaga sehingga kualitas tidur tetap baik. Kurangi konsumsi\u00a0kafein berlebihan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak kalah penting, manjakan tubuh dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Rutin berolahraga dan aktif bergerak juga dapat membantu mengelola stres.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Menyendiri<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kata siapa\u00a0menyendiri\u00a0selalu berarti\u00a0kesepian? Justru sebaliknya, menyendiri juga bisa jadi cara untuk\u00a0<em>reset\u00a0<\/em>dan kembali menyegarkan pikiran dari stres pekerjaan. Bisa jadi, ini adalah cara mengatasi cemas di kantor yang Anda perlukan karena jenuh dengan rutinitas selama ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ketika cara mengatasi cemas di kantor di atas sama sekali tidak membuahkan hasil, mungkin pendapat dari pakar profesional bisa memberi gambaran apa yang sedang terjadi. Ini adalah langkah pertama yang perlu dilakukan ketika stres pekerjaan sampai mengganggu aspek hidup lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Selain itu, coba lihat dalam konteks lebih luas lagi. Apabila hal-hal di atas sama sekali tidak mengubah situasi dan tidak ada faktor pemicu dari diri sendiri, mungkin Anda tidak cocok dengan pekerjaan itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab munculnya cemas di kantor sangat beragam. Mulai dari tuntutan pekerjaan, tekanan dari atasan, konflik dengan rekan kerja, atau masalah individu seperti gangguan kecemasan dan masalah kesehatan mental lainnya. Cara mengatasi cemas di kantor sebenarnya bisa dimulai dari diri sendiri, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2913","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2913"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2915,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2913\/revisions\/2915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}