{"id":2916,"date":"2022-12-14T10:30:15","date_gmt":"2022-12-14T03:30:15","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2916"},"modified":"2022-12-22T10:42:07","modified_gmt":"2022-12-22T03:42:07","slug":"manfaat-ketumbar-cillantro-untuk-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2022\/12\/14\/manfaat-ketumbar-cillantro-untuk-kesehatan\/","title":{"rendered":"Manfaat Ketumbar (Cillantro) untuk Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">ketumbar <em>(cilantro)<\/em> adalah salah satu rempah yang punya rasa dan aroma menyegarkan. Bentuknya sangat mirip dengan daun seledri, tapi punya warna yang lebih terang. Bukan cuma memperkaya citarasa, ada berbagai manfaat daun ketumbar untuk kesehatan karena kandungan nutrisi, seperti antioksidan, di dalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dibandingkan dengan seledri, daun ketumbar (<em>cilantro)<\/em>\u00a0adalah rempah yang kalah tenar di Indonesia. Keduanya memiliki bentuk yang sangat mirip sehingga orang mungkin saja salah mengira.Daun ketumbar tidak hanya sekadar menambah cita rasa makanan. Ada berbagai manfaat daun ketumbar yang ternyata baik bagi kesehatan. Apa saja?<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-daun-ketumbar-untuk-kesehatan-tubuh\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat daun ketumbar untuk kesehatan tubuh<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain sebagai bumbu masakan,\u00a0<em>cilantro\u00a0<\/em>alias daun ketumbar juga punya manfaat bagi kesehatan yang telah dikenal luas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bahkan, dengan menambahkan daun ketumbar ke dalam masakan, dipercaya dapat mencegah terbentuknya heterocyclic amines (HCAs)\u00a0pada daging saat dimasak dalam temperatur tinggi. Keberadaan HCAs telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah beberapa manfaat daun ketumbar<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Obat kejang\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan penelitian, manfaat daun ketumbar dapat mengurangi kekambuhan kejang\u00a0epilepsi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Komponen daun ketumbar yang bernama dodecanol terikat pada saluran kalium sehingga membuatnya tetap terbuka dan mengurangi eksitabilitas neuron yang dapat menyebabkan kejang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Mencegah kerusakan sel dan meningkatkan daya tahan tubuh\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daun ketumbar memiliki kandungan beta-karoten dan lutein yang dikenal sebagai antioksidan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan antioksidan pada makanan dapat membantu mengurangi kerusakan sel yang diakibatkan oleh\u00a0radikal bebas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara aktivitas antioksidan dengan kandungan fenolik pada ekstrak daun ketumbar. Bahkan, jika dibandingkan dengan biji ketumbar, aktivitas antioksidan dari daun ketumbar jauh lebih besar.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tingginya kandungan antioksidan ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan berbagai penyakit, mulai dari kanker hingga tanda-tanda penuaan kulit.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Mencegah diabetes<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daun ketumbar adalah sayuran yang tinggi kandungan serat. Dalam 100 gram, daun ketumbar mengandung 3,7 gram karbohidrat total yang terdiri dari 2,8 gram serat pangan. Makanan tinggi serat dinilai baik untuk mencegah diabetes.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang terkena diabetes, mengalami penurunan level gula setelah diberikan diet dan air ekstrak ketumbar. Meski demikian, penelitian ini belum dapat dibuktikan pada manusia penderita diabetes.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Mengatasi nyeri sendi\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daun ketumbar mengandung banyak vitamin, tak terkecuali vitamin K. Vitamin, mineral, dan antioksidan dalam daun ketumbar memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tulang dan sendi.<\/p>\n<p>Vitamin K berperan penting untuk pembekuan darah sekaligus membantu menjaga kesehatan tulang dan mencegah masalah seperti <em>osteoporosis<\/em>.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan penelitian, sebuah suplemen herbal yang terbuat dari ekstrak daun ketumbar telah terbukti mampu menurunkan peradangan dan rasa sakit yang diakibatkan oleh\u00a0rheumatoid arthritis.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Menjaga kesehatan pencernaan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian lain menunjukkan bahwa manfaat daun ketumbar lainnya adalah sebagai antimikroba. Konsumsi daun ketumbar dipercaya dapat mengurangi keberadaan\u00a0bakteri\u00a0<em>Escherichia coli<\/em>\u00a0pada usus kecil.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, daun ketumbar mengandung senyawa dodecenal yang mampu melawan bakteri Salmonella, yaitu bakteri penyebab keracunan makanan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hal ini pun dipaparkan pada riset terbitan\u00a0Centre for Agriculture and Biosciences International.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Menjaga kesehatan otak<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat daun ketumbar yang satu ini berasal dari kandungan antioksidannya. Terbukti, mengonsumsi makanan kaya antioksidan bermanfaat untuk mengurangi risiko penurunan kinerja otak, seperti Alzheimer hingga Parkinson.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Mengendalikan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Khasiat daun ketumbar terbukti mampu mengontrol tekanan darah agar tidak terlalu tinggi. Bahkan, memiliki efek yang menyerupai obat\u00a0<em>ACE inhibitor<\/em>, yaitu obat penurun tekanan darah. Jadi, kesehatan jantung pun terjaga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam hal ini, manfaat rebusan daun ketumbar ini bisa didapatkan dari senyawa flavonoid yang terkandung. Hal ini pun dipaparkan pada riset terbitan\u00a0Oxidative Medicine and Cellular Longevity.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Merawat kesehatan kulit<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan antioksidan pada daun ketumbar dinilai dapat membantu mencegah kerusakan sel yang bisa menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan serta kerusakan akibat efek buruk sinar UVA\/UVB.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ekstrak daun ketumbar juga sering digunakan sebagai masker wajah untuk mengatasi jerawat, pigmentasi, hingga kulit kering. Namun, manfaat daun ketumbar untuk permasalahan kulit tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ketumbar (cilantro) adalah salah satu rempah yang punya rasa dan aroma menyegarkan. Bentuknya sangat mirip dengan daun seledri, tapi punya warna yang lebih terang. Bukan cuma memperkaya citarasa, ada berbagai manfaat daun ketumbar untuk kesehatan karena kandungan nutrisi, seperti antioksidan, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2916","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2916"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2917,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2916\/revisions\/2917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}