{"id":2938,"date":"2023-01-21T10:04:40","date_gmt":"2023-01-21T03:04:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2938"},"modified":"2023-01-20T10:52:04","modified_gmt":"2023-01-20T03:52:04","slug":"olahraga-untuk-penderita-skoliosis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/01\/21\/olahraga-untuk-penderita-skoliosis\/","title":{"rendered":"Olahraga untuk Penderita Skoliosis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Olahraga untuk skoliosis berfokus pada penguatan otot punggung. Bukan cuma berenang, ada berbagai jenis olahraga yang dianjurkan.Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung berbentuk huruf S atau C. Ada beberapa jenis olahraga untuk skoliosis yang berguna mengurangi nyeri yang mungkin muncul atau menyebabkan gejalanya bertambah parah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Biasanya, olahraga yang dilakukan berfokus untuk penguatan otot tulang punggung. Apa saja olahraga yang aman untuk skoliosis? Simak lengkapnya dalam artikel ini.<\/p>\n<h2 id=\"apakah-boleh-penderita-skoliosis-berolahraga\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apakah boleh penderita skoliosis berolahraga?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada sebagian orang yang khawatir, kalau olahraga bisa memperburuk kondisi\u00a0skoliosis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Padahal, olahraga dan latihan peregangan menjadi komponen penting dari pengobatan skoliosis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis olahraga terbaik untuk skoliosis adalah\u00a0peregangan (stretching)\u00a0dan penguatan (<em>strengthening<\/em>).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Olahraga dapat membantu membangun dan mempertahankan kekuatan otot inti untuk menopang tulang belakang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Otot yang kuat berfungsi membantu menstabilkan tulang belakang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, kamu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pemilihan olahraga serta latihan peregangan akan menyesuaikan dengan kondisi skoliosis kamu.<\/p>\n<h2 id=\"jenis-jenis-olahraga-yang-dianjurkan-untuk-skoliosis\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis-jenis olahraga yang dianjurkan untuk skoliosis<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pilih olahraga atau latihan yang bertujuan untuk memperkuat dan meregangkan otot punggung. Saat otot kuat, tulang juga jadi lebih kuat untuk menopang beban sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengutip\u00a0NHS, apa pun jenis olahraganya yang terpenting adalah menjaga agar area punggung tetap bergerak. Namun, tetap perhatikan kemampuan dan kondisi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa olahraga yang aman dan direkomendasikan untuk skoliosis:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Berenang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sejak dahulu, berenang telah direkomendasikan sebagai olahraga yang aman untuk penderita skoliosis ataupun masalah tulang belakang lainnya. Alasannya, karena air dapat memberikan daya apung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut bermanfaat untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang dan punggung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat berenang\u00a0yang lain juga dapat melatih sekaligus memperkuat otot inti di seluruh punggung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, penderita skoliosis sebaiknya hindari berenang dengan gaya kupu-kupu. Gaya kupu-kupu biasanya lebih membebani punggung ketimbang gaya renang lainnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Yoga<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Yoga adalah olahraga yang dapat menjaga keseimbangan serta fleksibilitas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Olahraga yoga\u00a0juga direkomendasikan dokter untuk kondisi skoliosis, karena bermanfaat untuk:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mempertahankan atau memperbaiki tulang belakang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Meregangkan area tulang belakang yang tegang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memperkuat punggung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengurangi rasa nyeri<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda bisa mencoba\u00a0gerakan yoga untuk skoliosis, seperti\u00a0<em>half forward bend, downward facing dog, bridge pose, side plank, mountain pose,<\/em>\u00a0serta\u00a0<em>side reclining leg<\/em>.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Pilates<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai olahraga yang bermanfaat untuk memperbaiki postur tubuh,\u00a0pilates\u00a0juga diklaim efektif dalam perawatan skoliosis. Pasalnya, orang yang mengalami skoliosis juga kerap bermasalah dengan postur tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Postur tubuh yang buruk diketahui juga dapat menambah rasa nyeri pada tulang belakang akibat kelainan, seperti skoliosis. Apabila dilakukan secara rutin dan tepat, olahraga ini bermanfaat untuk:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengurangi ketegangan punggung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menjaga keseimbangan tubuh<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memperkuat otot yang menopang tulang belakang<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa gerakan pilates untuk skoliosis meliputi\u00a0<em>cat pose, camel pose, side stretching, single leg stand, core activation<\/em>, dan lain-lainnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Latihan peregangan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penderita skoliosis juga perlu melakukan latihan peregangan secara rutin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Latihan peregangan\u00a0sesuai dengan kurva skoliosis, dapat kamu jadikan sebagai pengganti olahraga berat, karena ini bermanfaat untuk merelaksasi sekaligus memperkuat punggung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa melakukan latihan yang meliputi gerakan\u00a0<em>pelvic tilts, arm and leg raises, cat-cow pose, bird-dog pose, abdominal press<\/em>, dan lain-lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tentunya latihan peregangan juga perlu dilakukan bersama pelatih khusus, agar gerakannya tepat. Untuk olahraga lainnya, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apalagi, setiap orang mempunyai gejala skoliosis yang berbeda-beda. Mulai dari skolisosis ringan\u00a0hingga berat.<\/p>\n<h2 id=\"olahraga-yang-dilarang-untuk-skoliosis\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Olahraga yang dilarang untuk skoliosis<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada aktivitas atau olahraga yang sebaiknya dihindari penderita skoliosis, karena bisa memperburuk gejala hingga meningkatkan risiko cedera, seperti:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Angkat berat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><em>Skating<\/em><\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Bermain sepak bola<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Senam dengan gerakan tertentu<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Balet<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Berlari kencang atau jarak jauh<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menunggang kuda<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Olahraga yang menggunakan trampolin<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meskipun menjadi olahraga yang dilarang, ada pula yang diperbolehkan melakukannya dalam kondisi tertentu. Misalnya, sudah diizinkan dokter karena gejala skoliosis tergolong ringan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lakukanlah olahraga yang dapat meringankan gejala, memperkuat tulang, dan menjaga keseimbangan penderita skoliosis. Apabila diperlukan, kamu juga bisa menggunakan alat penahan khusus (<em>brace<\/em>) agar lebih nyaman saat melakukan gerakan olahraga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Olahraga untuk skoliosis berfokus pada penguatan otot punggung. Bukan cuma berenang, ada berbagai jenis olahraga yang dianjurkan.Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung berbentuk huruf S atau C. Ada beberapa jenis olahraga untuk skoliosis yang berguna mengurangi nyeri yang mungkin &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2938","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2938","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2938"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2940,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2938\/revisions\/2940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}