{"id":2944,"date":"2023-01-19T10:59:06","date_gmt":"2023-01-19T03:59:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2944"},"modified":"2023-01-20T11:05:44","modified_gmt":"2023-01-20T04:05:44","slug":"perbedaan-pengapuran-dan-pengeroposan-tulang-dan-cara-mengatasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/01\/19\/perbedaan-pengapuran-dan-pengeroposan-tulang-dan-cara-mengatasi\/","title":{"rendered":"Perbedaan pengapuran dan pengeroposan tulang dan Cara Mengatasi"},"content":{"rendered":"<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengapuran tulang dan pengeroposan tulang merupakan dua kondisi yang berbeda. Pengapuran tulang adalah osteoartritis, sementara\u00a0pengeroposan tulang adalah osteoporosis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengapuran tulang terjadi karena proses mekanis yang menyebabkan tulang rawan pelindung sendi menjadi rusak.\u00a0Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah keadaan di mana terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang. Pengurangan kepadatan tulang ini terjadi secara perlahan namun terus-menerus.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Proses pengeroposan tulang biasanya mulai menurun di usia &gt;35 tahun dan lebih cepat terjadi pada wanita setelah menopause.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak seperti pengeroposan tulang, orang yang mengalami pengapuran tulang biasanya tidak mengalami gejala sampai terjadi patah tulang. Oleh karena itu, pengeroposan tulang seringkali disebut sebagai \u201c<em>silent disease<\/em>\u201d<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengapuran dan pengeroposan tulang adalah penyakit tulang kronik yang dikaitkan dengan proses penuaan. Walau keduanya terdengar mirip, keduanya berbeda baik gejala maupun penanganannya.<\/p>\n<h2 id=\"cara-mengatasi-p-engapuran-tulang-s-ecara-mandiri\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mengatasi p<\/strong><strong>engapuran tulang s<\/strong><strong>ecara mandiri<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa\u00a0cara mengatasi pengapuran tulang\u00a0yang bisa Anda lakukan:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mengonsumsi makanan sehat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sendi yang mengalami tekanan berlebih bisa memperburuk pengapuran tulang yang sedang Anda diderita. Solusi mudahnya adalah\u00a0menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan yang ideal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk mencapai tujuan tersebut, Anda disarankan untuk mengonsumsi\u00a0makanan untuk pengapuran tulang\u00a0yang sehat, seperti sayur, buah, dan ikan yang bisa menguatkan tulang serta sendi.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Olahraga<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Olahraga secara teratur\u00a0penting dilakukan untuk dapat menguatkan otot di sekitar sendi yang sedang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi Anda menjadi lebih stabil dan dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa jenis\u00a0olahraga yang baik untuk pengapuran tulang, antara lain bersepeda dan berenang. Pastikan olahraga yang Anda lakukan tidak berlebihan agar tidak memperburuk masalah yang diderita.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Kompres\u00a0<\/strong><strong>hangat atau dingin<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat kondisi osteoarthritis yang Anda alami menimbulkan rasa sakit, cobalah gunakan\u00a0kompres\u00a0hangat atau air dingin untuk meringankan rasa sakitnya. Penggunaan kompres hangat bisa melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram otot dan nyeri.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penggunaan obat pereda rasa sakit seperti krim atau gel yang dijual bebas di apotik juga Anda pilih untuk meredakan osteoarthritis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Krim atau gel pereda rasa sakit cocok digunakan pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian lutut dan jari-jari.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Menggunakan alat bantu<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menggunakan alat bantu seperti tongkat mungkin dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang untuk beraktivitas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penggunaan alat bantu khususnya pada kasus pengapuran tulang akibat kerusakan tulang dan sendi yang sudah berlanjut bisa memudahkan pergerakan sendi yang mulai rapuh. Untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, sebaiknya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter orthopedi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengapuran tulang dan pengeroposan tulang merupakan dua kondisi yang berbeda. Pengapuran tulang adalah osteoartritis, sementara\u00a0pengeroposan tulang adalah osteoporosis. Pengapuran tulang terjadi karena proses mekanis yang menyebabkan tulang rawan pelindung sendi menjadi rusak.\u00a0Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah keadaan di mana terjadi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2944","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2945,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2944\/revisions\/2945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}