{"id":2956,"date":"2023-01-13T14:42:34","date_gmt":"2023-01-13T07:42:34","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2956"},"modified":"2023-01-20T14:47:59","modified_gmt":"2023-01-20T07:47:59","slug":"cara-belajar-berpikir-kritis-dan-manfaat-untuk-anda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/01\/13\/cara-belajar-berpikir-kritis-dan-manfaat-untuk-anda\/","title":{"rendered":"Cara Belajar Berpikir Kritis dan Manfaat untuk Anda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana Anda harus membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis merupakan istilah yang tidak asing didengar. Sering kali sebagian orang tidak dapat membedakan antara orang berpikir kritis dengan argumentatif. Padahal keduanya merupakan hal berbeda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis adalah proses berpikir yang membangun (konstruktif) untuk mencari solusi, sementara orang yang argumentatif mungkin saja\u00a0gemar berdebat\u00a0hanya demi memenangkan argumennya saja.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana Anda harus membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika berpikir kritis, Anda tidak hanya menerima semua argumen dan kesimpulan begitu saja, tapi juga mempertanyakan validitas dari argumen dan kesimpulan tersebut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara singkat, berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya.<\/p>\n<h2 id=\"pengertian-berpikir-kritis\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Pengertian berpikir kritis<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dikutip dari\u00a0<em>criticalthinking<\/em>, Michael Scriven, seorang profesor di bidang ilmu perilaku dan organisasional dari Claremont Graduate Unversity, menyatakan bahwa berpikir kritis adalah proses disiplin intelektual untuk secara aktif dan terampil membuat konsep, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan\/atau mengevaluasi informasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Baik informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan melalui observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk meyakini sesuatu dan melakukan sebuah tindakan.<\/p>\n<h2 id=\"cara-mengasah-kemampuan-berpikir-kritis\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mengasah kemampuan berpikir kritis<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Orang yang berpikir kritis sering kali memiliki berbagai pertanyaan saat dihadapkan pada sebuah fenomena atau informasi. Beberapa jenis pertanyaan yang kerap dilontarkan pemikir kritis, di antaranya:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Dari mana informasi ini datang?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah sumber informasi dapat dipercaya?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah kesimpulan yang dihasilkan berdasarkan bukti atau hanya firasat\/naluri?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah aturan yang berlaku sudah final atau masih bisa dimodifikasi?<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Apakah kesimpulan menjawab persoalan?<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, orang yang berpikir kritis memiliki tiga keterampilan dasar berupa:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Rasa keingintahuan yang tinggi. Orang dengan pemikiran kritis selalu mencari informasi dan bukti terbaru, senang mempelajari banyak hal, dan\u00a0terbuka dengan ide baru.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Skeptis, yakni selalu mempertanyakan informasi baru yang didapatkan sehingga tidak mudah mempercayai perkataan orang lain begitu saja.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kerendahan hati. Orang dengan pemikiran kritis berpikiran terbuka dan tidak gengsi mengakui kesalahan atau kekurangannya saat dihadapkan pada bukti yang meyakinkan bahwa ternyata ide dan pendapatnya salah.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk bisa berpikir kritis, Anda dapat mempelajarinya dengan cara-cara berikut:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengidentifikasi, membangun, dan mengevaluasi sebuah argumen terkait isu yang menarik perhatian Anda.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencoba memahami hubungan logis dalam setiap ide yang dikemukakan.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mendeteksi apakah ada inkonsistensi dan kesalahan umum di dalam penalaran.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencoba memecahkan masalah secara sistematis.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengidentifikasi apa relevansi dan pentingnya sebuah atau beberapa ide.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis bukan hanya tentang mengumpulkan informasi. Seorang pemikir kritis harus mampu:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Mencari sumber informasi yang relevan.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Membuat kesimpulan logis dari informasi tersebut.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"manfaat-berpikir-kritis\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\">Manfaat berpikir kritis<\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Keterampilan berpikir kritis tidak hanya diperlukan bagi orang-orang yang bekerja di bidang tertentu. Berpikir kritis dapat memberikan manfaat bagi siapa saja, termasuk Anda. Berikut ini beberapa manfaat dari berpikir kritis.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Mampu berpikir jernih dan rasional<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kemampuan berpikir jernih\u00a0dan rasional\u00a0menandakan seseorang mampu berpikir dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah secara sistematis. Kemampuan ini tentu merupakan aset untuk menjalankan karier di bidang apa pun.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Meningkatkan kemampuan adaptasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di zaman yang terus mengalami perubahan dengan sangat cepat, khususnya kemunculan pengetahuan dan teknologi baru, membuat orang yang berpikir kritis mampu beradaptasi dengan cepat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, orang dengan pemikiran kritis dapat meningkatkan keterampilan intelektual yang fleksibel, memiliki kemampuan menganalisis informasi, dan mengintegrasikan berbagai sumber pengetahuan untuk memecahkan masalah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Meningkatkan keterampilan bahasa dan presentasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis berarti juga berpikir jernih dan sistematis. Pola berpikir ini dapat meningkatkan kemampuan untuk memahami struktur logika teks saat mempelajari dan menganalisanya. Hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan untuk mengekspresikan ide.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Meningkatkan kreativitas<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kemampuan berpikir kritis memungkinan Anda untuk mengevaluasi ke dasar masalah dan menghasilkan\u00a0solusi kreatif\u00a0yang relevan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jadi, tidak hanya semata-mata menghasilkan ide, berpikir kritis juga memungkinkan Anda untuk mengevaluasi ide baru, menyeleksi, dan memodifikasinya jika diperlukan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Pengembangan diri<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berpikir kritis dapat menjadi alat untuk evaluasi diri yang bersifat konstruktif. Caranya dengan mengevaluasi mengenai keputusan dan tindakan yang telah diambil. Dengan demikian, seorang yang berpikir kritis dapat berkembang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak ada salahnya untuk mulai mempraktikkan berbagai cara berpikir kritis di atas dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak mudah, Anda bisa melakukannya secara perlahan untuk bisa menikmati manfaatnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara jernih dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dipercaya. Berpikir kritis merupakan sebuah proses di mana Anda harus membuat penilaian yang masuk akal, logis, dan dipikirkan secara matang. Berpikir &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2956","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2957,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2956\/revisions\/2957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}