{"id":2960,"date":"2023-01-11T14:51:29","date_gmt":"2023-01-11T07:51:29","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2960"},"modified":"2023-01-20T14:53:52","modified_gmt":"2023-01-20T07:53:52","slug":"mengungkap-fungsi-korteks-pada-ginjal-dan-cara-kerjanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/01\/11\/mengungkap-fungsi-korteks-pada-ginjal-dan-cara-kerjanya\/","title":{"rendered":"Mengungkap Fungsi Korteks pada Ginjal dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi korteks ginjal belum dikenal secara umum. Secara garis besar, fungsi korteks mencakup sebagai pelindung ginjal, penyaring mineral dan air, serta pembentuk sel darah merah.Ginjal\u00a0sebagai organ dalam tubuh memiliki perananan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Ini karena fungsi utamanya adalah sebagai penyaring racun dan zat limbah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada berbagai macam komponen atau struktur untuk membentuk ginjal, salah satunya adalah korteks. Seperti apakah korteks dan apa fungsinya pada ginjal?<\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-korteks-ginjal\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa itu korteks ginjal?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengutip dari\u00a0Healthline, korteks ginjal (renal cortex) adalah bagian terluar dari ginjal. Di dalamnya terdapat glomerulus dan tubulus.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, bagian tepi luar korteks ginjal juga dikelilingi oleh kapsul ginjal berupa lapisan jaringan lemak. Maka, korteks dan kapsul memiliki fungsi untuk melindungi struktur bagian dalam ginjal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagian dari ginjal ini membentuk kolom kortikal, sehingga bentuknya memanjang ke bawah medula yang berada di antara piramida ginjal.<\/p>\n<h2 id=\"fungsi-korteks-ginjal\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Fungsi korteks ginjal<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam pembahasan sebelumnya, dapat dikatakan bahwa fungsi utama korteks ginjal adalah sebagai pelindung komponen dan struktur bagian dalam organ ginjal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa fungsi lainnya dari korteks ginjal, di antaranya adalah:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Membantu kerja nefron<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Nefron adalah bagian terpenting dari setiap ginjal. Fungsi korteks ginjal adalah menyediakan ruang untuk pembuluh darah arteri dan vena melalui vena ginjal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada pula peran glomerulus yang berfungsi untuk mengalirkan nefron ginjal. Glomerulus adalah sekelompok kapiler yang menyerap protein dari darah. Cara kerjanya mengalir melalui sel darah ginjal.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Membantu kerja tubulus<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak hanya membantu nefron, korteks ginjal juga membantu cara kerja tubulus. Ini adalah serangkaian tabung yang berawal dari kapsul Bowman dan berakhir di saluran pengumpul.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Fungsinya adalah untuk menyaring\u00a0mineral\u00a0dan air dari darah sebelum tercamput dengan senyawa urea dan dikeluarkan dalam bentuk urine.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menyediakan tempat untuk pembuluh darah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya sebagai tempat bernaungnya glomerulus dan tubulus, fungsi korteks pada ginjal juga adalah menjadi tempat pembuluh-pembuluh darah ginjal, seperti kapiler glomerulus.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Memproduksi hormon erythropoietin<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meskipun terdengar asing, tetapi hormon erythropoietin penting untuk pembentukan\u00a0sel darah merah\u00a0yang baru. Fungsi korteks pada ginjal adalah untuk menghasilkan hormon tersebut.<\/p>\n<h2 id=\"fungsi-ginjal-secara-keseluruhan\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Fungsi ginjal secara keseluruhan<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Peran struktur lainnya di dalam ginjal tidak kalah penting dengan fungsi korteks pada ginjal. Semua komponen tersebut saling bekerja sama untuk menjalankan fungsi ginjal sebagai\u00a0sistem perkemihan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara garis besar, ginjal yang masing-masing terletak di samping tulang belakang bagian bawah rusuk berperan untuk menyaring darah, menjaga keseimbangan kadar elektrolit dan cairan, serta mengeluarkan racun dan kotoran dari tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penyaringan darah dilakukan ginjal beberapa kali dalam sehari. Apalagi, darah yang beredar dalam tubuh akan masuk ke ginjal untuk menjalani proses penyaringan\u00a0kotoran\u00a0serta penyeimbangan kadar air, mineral, dan garam.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, darah akan kembali beredar di tubuh. Sementara kotoran-kotoran yang disaring akan diubah menjadi air seni dan masuk ke dalam kandung kemih agar keluar dari tubuh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi korteks ginjal belum dikenal secara umum. Secara garis besar, fungsi korteks mencakup sebagai pelindung ginjal, penyaring mineral dan air, serta pembentuk sel darah merah.Ginjal\u00a0sebagai organ dalam tubuh memiliki perananan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Ini karena fungsi &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2960","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2960"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2961,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2960\/revisions\/2961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}