{"id":2970,"date":"2023-01-06T15:06:40","date_gmt":"2023-01-06T08:06:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=2970"},"modified":"2023-01-20T15:10:06","modified_gmt":"2023-01-20T08:10:06","slug":"makanan-tidak-sehat-yang-dapat-merusak-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/01\/06\/makanan-tidak-sehat-yang-dapat-merusak-tubuh\/","title":{"rendered":"Makanan Tidak Sehat yang Dapat Merusak Tubuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Makanan tidak sehat adalah sebaiknya dikurangi atau dihindari. Beberapa jenis makanan berbahaya umumnya tinggi kalori, gula, dan garam.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, mengonsumsinya justru meningkatkan risiko berbagai penyakit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, simak artikel ini untuk mengenali beberapa jenis contoh makanan dan minuman tidak sehat jika dikonsumsi dalam jangka panjang.<\/p>\n<h2 id=\"ciri-ciri-makanan-tidak-sehat\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri-ciri makanan tidak sehat<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dikutip dari\u00a0The American Heart Association, ciri-ciri makanan berbahaya di antaranya adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Makanan yang diproses terlalu banyak, tahap pemrosesan membuat bahan makanan kekurangan vitamin dan mineral<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Makanan tinggi kalori tapi rendah nutrisi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tinggi garam\u00a0dan gula<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tinggi lemak jenuh dan lemak trans, biasanya akibat digoreng.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lantas,\u00a0apa yang terjadi bila makanan yang dikonsumsi tidak sehat?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Secara umum, tubuh akan kekurangan gizi. Selain itu, karena biasanya makanan tidak sehat mengandung kalori yang tinggi, maka Anda akan berisiko mengalami obesitas setelah mengonsumsinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda juga akan rentan mengalami penyakit jantung hingga diabetes karena makanan berbahaya mengandung gula dan garam yang sangat tinggi.<\/p>\n<h2 id=\"contoh-makanan-tidak-sehat-yang-dapat-merusak-tubuh\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh makanan tidak sehat yang dapat merusak tubuh<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Makanan yang tidak sehat antara lain adalah makanan yang banyak mengandung\u00a0gula, garam, lemak, dan pengawet.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tentu\u00a0makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi\u00a0sebaiknya Anda kurangi atau bahkan hindari. Inilah contoh\u00a0makanan dan minuman berbahaya\u00a0yang bisa Anda jauhi:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1.\u00a0<\/strong><strong><em>Chip<\/em><\/strong><strong>\u00a0kentang dan kentang goreng<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh\u00a0jenis makanan yang tidak sehat\u00a0adalah kentang goreng.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan kentang\u00a0memang menyehatkan untuk tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, tidak begitu dengan kentang goreng dan keripik kentang yang sering Anda beli dari gerai makanan cepat saji.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pasalnya,\u00a0jajanan tidak sehat tersebut\u00a0tinggi dengan kalori sehingga sangat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kentang goreng juga tinggi dengan akrilamida, yakni suatu senyawa yang bersifat karsinogenik atau dapat menimbulkan kanker.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai alternatif, Anda sangat disarankan untuk mengonsumsi\u00a0kentang dengan cara merebusnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Gorengan dan makanan lain yang digoreng dan dipanggang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beberapa potong bakwan dan goreng pisang di sore hari memang sangat sulit untuk ditolak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun,\u00a0makanan yang digoreng\u00a0dan dipanggang tetaplah makanan berbahaya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Makanan yang dimasak dengan cara di atas seringkali padat kalori. Gorengan mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, mengolah makanan dengan cara tersebut juga dapat membentuk senyawa kimia berbahaya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Senyawa-senyawa yang dimasak dalam suhu tinggi berisiko menimbulkan\u00a0penyakit jantung\u00a0serta kanker.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Daging olahan\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daging olahan, seperti sosis, nugget, atau daging asap, adalah contoh makanan tidak sehat lainnya sehingga perlu Anda batasi konsumsinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, makanan berbahaya ini dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daging olahan sudah melalui berbagai macam proses sehingga kemungkinan membuat kandungan gizinya berkurang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Belum lagi\u00a0makanan olahan\u00a0sudah pasti menggunakan bahan pengawet agar dapat tahan lama.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pada beberapa penelitian, salah satunya yang diterbitkan dalam\u00a0jurnal Circulation\u00a0menyebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung,\u00a0stroke, dan diabetes melitus.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4.\u00a0<\/strong><strong><em>Junk food<\/em><\/strong><strong>\u00a0atau makanan cepat saji<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak dapat dipungkiri bahwa\u00a0<em>junk food<\/em>\u00a0atau\u00a0makanan cepat saji\u00a0memang memiliki raza yang lezat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Istilah\u00a0<em>junk food<\/em>\u00a0berarti makanan yang rendah gizi yang tidak mencukupi untuk kebutuhan harian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Contoh makanan cepat saji\u00a0yang tidak sehat adalah kentang goreng, pizza, burger, ayam goreng, dan lain-lain.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski memiliki cita rasa yang lezat,\u00a0makanan yang termasuk\u00a0<em>junk food<\/em>\u00a0mengandung kalori tinggi dan hanya memiliki sedikit kandungan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika terlalu sering mengonsumsi\u00a0<em>junk food<\/em>, Anda berisiko mengalami berbagai macam penyakit, seperti\u00a0obesitas, diabetes tipe 2, gangguan pencernaan, dan lain-lain.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Roti putih<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sering disajikan sebagai menu sarapan pagi, roti putih sebenarnya tergolong sebagai contoh\u00a0makanan yang berbahaya bagi kesehatan\u00a0jika sering dikonsumsi. Mengapa demikian?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Roti putih terbuat dari karbohidrat olahan yang rendah dengan serat dan nutrisi penting lain.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Para ahli pun percaya roti putih dapat menyebabkan kenaikan gula darah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai solusinya, Anda bisa mengganti roti putih dengan roti gandum utuh yang lebih menyehatkan karena lebih tinggi kandungan seratnya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Kue dan makanan manis lainnya<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbagai jenis kue, seperti kue kering, dapat menjadi contoh makanan tidak sehat apabila Anda berlebihan dalam mengonsumsinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terlebih lagi kue manis yang diproduksi dalam kemasan karena ini merupakan\u00a0makanan tinggi gula\u00a0olahan, tepung terigu olahan, serta tambahan lemak. Hal ini bahkan meningkatkan kadar\u00a0lemak trans\u00a0dalam tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski rasanya memang sangat lezat, seringkali kue-kue manis kemasan tak memiliki nutrisi yang diperlukan tubuh, mengandung kalori yang tinggi, serta bahan pengawet.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Alih-alih melahap kue dan makanan manis kemasan, Anda bisa mengonsumsi\u00a0coklat hitam, buah segar, hingga yogurt Greek, sebagai camilan yang lebih sehat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Minuman yang mengandung gula<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Walau memang menyegarkan, Anda harus bisa mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kadar gula, seperti teh susu boba atau minuman kemasan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, asupan kadar gula yang tinggi telah dikaitkan dengan beragam penyakit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Misalnya, gula yang terlalu banyak masuk ke tubuh dapat menyebabkan resistensi insulin dan\u00a0penyakit perlemakan hati.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gula juga dikaitkan sebagai faktor risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Maka, air putih tetap menjadi minuman utama untuk mengusir rasa haus.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bawalah botol minum saat bepergian untuk mengurangi keinginan membeli minuman manis.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai alternatif, perasan air lemon bisa Anda tambahkan untuk menambah kesegaran pada air putih.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Jus buah kemasan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kata &#8220;buah&#8221; di minuman ini tak membuatnya sehat. Jus buah kemasan mungkin mengandung vitamin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, para pakar telah mengungkapkan, jus buah yang dikonsumsi di atas 150 ml sama tidak sehatnya dengan minuman soda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, jus buah cenderung tinggi kalori serta memiliki kandungan serat yang sedikit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk mendapatkan nutrisi dari buah-buahan, Anda lebih disarankan untuk mengonsumsinya langsung, alih-alih membuatnya menjadi jus atau membeli jus buah kemasan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Mi instan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lagi-lagi, serupa makanan cepat saji, mi instan adalah salah satu jenis makanan tidak sehat. Sebab, mi instan juga rendah akan zat gizi yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan kalium.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, satu bungkus mi instan mengandung kalori yang cukup besar, yaitu 350 kkal. Bila tidak berhati-hati, asupan kalori harian akan meningkat drastis dan membuat Anda berisiko kegemukan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai makanan tidak sehat, mi instan juga mengandung garam yang tinggi dan meningkatkan risiko hipertensi, stroke, kanker perut, dan penyakit jantung lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan garam yang terlalu tinggi menyebabkan liver dan ginjal bekerja terlalu keras untuk mengeluarkan kadar natrium berlebih sehingga akan berdampak buruk pada kedua organ tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanan tidak sehat kerap kali memanjakan lidah, bahkan menjadi pelarian dan pengobat hati, entah saat Anda merasa gundah maupun stres.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makanan tidak sehat adalah sebaiknya dikurangi atau dihindari. Beberapa jenis makanan berbahaya umumnya tinggi kalori, gula, dan garam. Sayangnya, mengonsumsinya justru meningkatkan risiko berbagai penyakit. Maka dari itu, simak artikel ini untuk mengenali beberapa jenis contoh makanan dan minuman tidak &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2970","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2970"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2971,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2970\/revisions\/2971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}