{"id":3019,"date":"2023-02-06T15:16:08","date_gmt":"2023-02-06T08:16:08","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3019"},"modified":"2023-02-09T15:17:50","modified_gmt":"2023-02-09T08:17:50","slug":"tips-cara-agar-tidak-mudah-lupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/02\/06\/tips-cara-agar-tidak-mudah-lupa\/","title":{"rendered":"Tips Cara agar tidak mudah lupa"},"content":{"rendered":"<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika frekuensi lupa yang Anda alami terlalu sering, bahkan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah cara agar tidak mudah lupa yang dapat Anda coba.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Istirahat yang cukup<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pastikan Anda beristirahat dengan cukup setiap harinya. Orang dewasa membutuhkan\u00a0tidur\u00a0sekitar 7-9 jam setiap malam untuk mengoptimalkan fungsi otak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidur juga memainkan peran penting dalam memperkuat ingatan sehingga Anda tidak cepat lupa.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Berolahraga secara rutin<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara agar tidak mudah lupa adalah dengan\u00a0berolahraga\u00a0secara rutin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Kegiatan ini diyakini membantu menjaga ingatan supaya etap tajam.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Orang dewasa yang sehat direkomendasikan untuk melakukan aktivitas aerobik sedang, misalnya jalan cepat, setidaknya 150 menit dalam seminggu; atau melakukan aktivitas aerobik yang kuat, seperti<em>\u00a0jogging<\/em>,\u00a0minimal 75 menit dalam seminggu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, jika tidak memiliki waktu untuk berolahraga, Anda bisa berjalan kaki selama 10 menit setiap hari.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Melakukan latihan otak<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Otak perlu digunakan secara teratur agar tetap sehat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sama seperti aktivitas fisik yang berperan dalam menjaga kebugaran tubuh, aktivitas yang merangsang mental juga membantu menjaga otak tetap bugar dan mencegah hilangnya ingatan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai cara mengatasi sering pelupa dan tidak fokus, Anda bisa membuat mental tetap aktif dengan bermain teka-teki silang, mengambil jalur alternatif saat berkendara, belajar memainkan alat musik, hingga menjadi sukarelawan di suatu organisasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah percobaan besar dalam jurnal\u00a0<em>PLoS One<\/em>\u00a0pada tahun 2015 menemukan bahwa orang yang melakukan 15 menit latihan otak setidaknya 5 hari dalam seminggu mengalami peningkatan fungsi otak.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Bersosialisasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara mengatasi pelupa di usia muda juga dapat dilakukan dengan\u00a0bersosialisasi. Interaksi sosial membantu menangkal depresi dan stres yang dapat menjadi penyebab sering lupa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Carilah kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga, pasangan, teman, atau yang lain, terutama jika Anda tinggal sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda bisa mengadakan acara makan malam di rumah,\u00a0<em>hangout<\/em>\u00a0di kafe, atau menonton konser musik bersama.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Membuat pengingat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara agar tidak mudah lupa lainnya adalah membuat pengingat tentang tugas, janji, dan acara lainnya di buku catatan khusus, kalender, atau\u00a0<em>smartphone<\/em>.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika mencatatnya, ulangi dengan suara yang keras untuk membantu memperkuat ingatan Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pastikan untuk memperbarui daftar tugas dan centang tugas yang telah diselesaikan. Catat juga tempat meletakkan dompet, kunci, atau barang-barang penting lainnya agar tidak lupa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Batasi gangguan dan jangan melakukan terlalu banyak hal secara sekaligus. Sebab, hal ini bisa membuat Anda mudah lupa.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Mengonsumsi makanan bergizi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengonsumsi\u00a0makanan sehat\u00a0dan bergizi seimbang dapat menjadi salah satu cara agar tidak mudah lupa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda dapat mengonsumsi buah-buahan, sayur-mayur, dan biji-bijian. Pilih juga sumber protein rendah lemak, seperti ikan, kacang-kacangan, dan daging unggas tanpa kulit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kurangi asupan gula dan kalori yang tinggi dalam pola makan karena membantu melindungi otak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apa yang Anda minum juga penting. Pastikan minum air putih dengan cukup minimal 8 gelas setiap hari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hindari terlalu banyak mengonsumsi alkohol karena bisa menyebabkan kebingungan dan hilang ingatan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Meditasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai cara mengatasi sering lupa dan tidak fokus, Anda bisa mencoba melakukan\u00a0meditasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara ini dapat membantu meningkatkan fungsi otak, mengurangi degenerasi otak, dan meningkatkan ingatan kerja maupun ingatan jangka panjang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kebiasaan bermeditasi dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada otak, termasuk meningkatkan plastisitas otak yang membantu menjaganya tetap sehat.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Mengelola kondisi kesehatan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika Anda memiliki kondisi medis, seperti depresi, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, atau gangguan pendengaran, pastikan Anda mengikuti rekomendasi pengobatan dari dokter untuk mengelola kondisi tersebut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Semakin baik Anda menjaga kesehatan diri sendiri, semakin baik pula ingatan Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda juga perlu meninjau obat yang dikonsumsi secara teratur karena obat tertentu dapat mempengaruhi ingatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika frekuensi lupa yang Anda alami terlalu sering, bahkan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Berikut adalah cara agar tidak mudah lupa yang dapat Anda coba. 1. Istirahat yang cukup Pastikan Anda beristirahat dengan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3019","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3019"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3019\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3020,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3019\/revisions\/3020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}