{"id":3024,"date":"2023-02-15T11:02:22","date_gmt":"2023-02-15T04:02:22","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3024"},"modified":"2023-02-15T11:02:22","modified_gmt":"2023-02-15T04:02:22","slug":"apa-itu-inner-childkenali-pengertian-dan-penyebabnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/02\/15\/apa-itu-inner-childkenali-pengertian-dan-penyebabnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Inner Child?Kenali Pengertian dan Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Apa itu\u00a0<em>inner child<\/em>? Istilah ini kian populer seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Bisa dibilang,\u00a0<em>inner child\u00a0<\/em>adalah bagian dari jiwa seseorang di masa kecil.\u00a0Inner child adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Kondisi ini dapat memengaruhi bagaimana kamu membuat keputusan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tak jarang ini menggambarkan sosok anak kecil yang tersakiti dan timbul akibat luka atau trauma masa kanak-kanak yang belum terobati hingga dewasa. Jika dibiarkan atau tidak disembuhkan,\u00a0<em>inner child<\/em>\u00a0bisa menjelma menjadi perasaan dan perilaku negatif ketika seseorang tumbuh dewasa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk lebih memahami apa itu<em>\u00a0inner child<\/em>\u00a0beserta penyebab dan tanda seseorang memiliki luka masa kecil yang belum selesai, simak ulasannya di sini.<\/p>\n<h2 id=\"apa-itu-inner-child\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa itu\u00a0<\/strong><strong><em>inner child<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\"><em>Inner child\u00a0<\/em>adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Istilah ini kerap diartikan sebagai sosok anak kecil yang masih melekat dalam diri seseorang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anak kecil dalam diri ini tidak pernah pergi dan menetap di alam bawah sadar. Mereka memengaruhi\u00a0bagaimana kamu membuat keputusan, merespons masalah, dan menjalani kehidupan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika batin anak sehat, maka ketika kamu terhubung dengannya maka kamu cenderung lebih bersemangat maupun termotivasi. Namun, jika batin anak terluka, ini bisa menimbulkan perasaan dan perilaku negatif ketika dewasa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pengalaman kanak-kanak yang tidak menyenangkan atau kurangnya pengasuhan dalam keluarga dapat terus membekas dalam diri seseorang. Saat tumbuh dewasa, hal ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk perasaan dan perilaku negatif. Mulai dari perasaan tidak dicintai,\u00a0mudah cemas, sulit percaya orang lain, dan sebagainya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila terus dibiarkan,\u00a0<em>inner child<\/em>\u00a0yang terluka ini dapat menghambat perkembangan diri sebagai orang dewasa. Sayangnya, tak sedikit orang yang justru menyangkal dan mengabaikan luka\u00a0<em>inner child<\/em>\u00a0atau luka batin dalam diri mereka, sehingga terbawa hingga ke kehidupan dewasa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat dihadapkan pada masalah hidup,\u00a0<em>inner child\u00a0<\/em>yang masih bersemayam ini bisa mencuat ke permukaan dan mengambil alih kendali dalam diri.<\/p>\n<h2 id=\"penyebab-inner-child-terluka\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyebab\u00a0<\/strong><strong><em>inner child\u00a0<\/em><\/strong><strong>terluka<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada banyak hal yang bisa membuat\u00a0<em>inner child\u00a0<\/em>seseorang terluka, antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Trauma masa kecil<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kebutuhan anak tidak terpenuhi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Merasa tidak aman dalam keluarga atau merasa terancam<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sering mendapat kata-kata negatif yang menyakitkan saat kecil<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengalami kekerasan fisik maupun verbal<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pelecehan seksual<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tidak diberi kesempatan untuk mengambil keputusan atau berpendapat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kurangnya dukungan emosional maupun kasih sayang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tidak diberi kesempatan untuk berekspresi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Terus-menerus dipermalukan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Pengabaian<\/li>\n<\/ul>\n<h2 id=\"tanda-tanda-inner-child-terluka\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Tanda-tanda\u00a0<\/strong><strong><em>inner child\u00a0<\/em><\/strong><strong>terluka<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini beberapa tanda kamu memiliki luka batin yang perlu disembuhkan:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Timbul perasaan bahwa ada yang salah dengan diri kamu<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Selalu berusaha menyenangkan orang lain (<em>people pleaser<\/em>)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Senang menjadi pemberontak dan menikmati hidup dalam konflik<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Keinginan kuat untuk menyimpan sesuatu hingga sulit untuk melepaskannya (<em>hoarding disorder<\/em>)<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Cemas berlebih saat dihadapkan pada sesuatu yang baru<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Merasa bersalah berlebihan atas batasan yang kamu buat<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Sangat perfeksionis<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Selalu berkeinginan untuk mendapat prestasi atau penghargaan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Memiliki masalah dalam memulai dan menyelesaikan tugas<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Selalu mengkritik diri<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Merasa malu untuk mengekspresikan diri dan emosi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Merasa malu pada bentuk tubuh<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Tidak percaya dengan orang lain<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Selalu menghindari konflik<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Perasaan takut ditinggalkan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Tidak bisa menerima perubahan atau kritik<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Menutupi emosi atau berpura-pura menerima keadaan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\" style=\"text-align: justify;\">Memanipulasi pikiran dan emosi orang lain untuk mendapatkan sesuatu<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu\u00a0inner child? Istilah ini kian populer seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Bisa dibilang,\u00a0inner child\u00a0adalah bagian dari jiwa seseorang di masa kecil.\u00a0Inner child adalah sisi kepribadian seseorang yang terbentuk dari pengalaman masa kecil. Kondisi ini dapat memengaruhi bagaimana &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3024","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3024"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3025,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3024\/revisions\/3025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}