{"id":3036,"date":"2023-02-08T11:43:48","date_gmt":"2023-02-08T04:43:48","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3036"},"modified":"2023-02-15T11:45:34","modified_gmt":"2023-02-15T04:45:34","slug":"wajib-coba-ini-manfaat-lada-hitam-dan-kunyit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/02\/08\/wajib-coba-ini-manfaat-lada-hitam-dan-kunyit\/","title":{"rendered":"Wajib Coba, Ini Manfaat Lada Hitam dan Kunyit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat lada hitam dan kunyit untuk kesehatan sangat melimpah. Mulai dari meredakan peradangan hingga nyeri. Kandungan dalam lada hitam akan meningkatkan kemampuan tubuh menyerap curcumin, zat berkhasiat dalam kunyit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika selama ini Anda baru mengeksplorasi bumbu dan rempah seperti kunyit dan lada hitam sebagai penyedap masakan, saatnya mengulik lebih jauh. Sebab, manfaat lada hitam dan kunyit untuk kesehatan sangat melimpah. Mulai dari meredakan peradangan hingga nyeri.<\/p>\n<div class=\"css-1chqh44\">\n<div class=\"css-ldo4d5\">\n<div id=\"gpt-ad-middleleaderboard\" class=\"css-4aach6\">\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengapa keduanya dikombinasikan? Kandungan dalam lada hitam akan meningkatkan kemampuan tubuh menyerap curcumin, zat berkhasiat dalam kunyit. Jadi, potensi manfaatnya semakin meningkat.<\/p>\n<h2 id=\"zat-berkhasiat-dalam-lada-hitam-dan-kunyit\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Zat berkhasiat dalam lada hitam dan kunyit<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Baik kunyit maupun lada hitam sama-sama memiliki kandungan aktif yang berkhasiat untuk kesehatan. Kunyit memiliki\u00a0<em>curcuminoid\u00a0<\/em>yang merupakan antioksidan kuat dan mampu menangkal peradangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, salah satu kelemahan dari curcumin adalah tidak mudah terserap oleh tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Di sinilah peran zat bioaktif piperine yang ada dalam lada hitam. Sifatnya adalah alkaloid yaitu senyawa basa bernitrogen, mirip seperti\u00a0capsaicin. Manfaat paling signifikan dari lada hitam adalah meningkatkan efektivitas penyerapan curcumin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut\u00a0riset dari Cytokine Research Laboratory Texas, mencampurkan lada hitam dengan curcumin dalam kunyit akan meningkatkan penyerapan hingga 2.000%. Contohnya dengan menambahkan 20 miligram piperine ke 2 gram curcumin yang bisa membuat penyerapannya efektif secara signifikan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagaimana ini bisa terjadi?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pertama, piperine membuat curcumin lebih mudah melalui dinding usus dan masuk ke aliran darah. Kedua, piperine juga membuat proses pemecahan curcumin oleh hati berlangsung lebih lambat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, piperine juga dapat meredakan mual, sakit kepala, masalah pencernaan, dan juga tak lepas dari khasiat anti-peradangan.<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-lada-hitam-dan-kunyit\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat lada hitam dan kunyit<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lalu, apa saja manfaat lada hitam dan kunyit untuk kesehatan?<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Redakan peradangan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tentunya, manfaat lada hitam dan kunyit yang paling utama adala meredakan peradangan. Saking berkhasiatnya, banyak\u00a0studi termasuk temuan pada tahun 2009\u00a0ini yang menyamakan manfaatnya seperti halnya obat anti-peradangan. Bonusnya lagi, tidak ada efek samping apapun.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya itu, fungsi anti-peradangan pada kunyit ini juga dapat mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman. Sementara piperine dalam lada hitam juga dapat mendesensitisasi reseptor nyeri spesifik di tubuh sehingga rasa kurang nyaman pun berkurang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Berpotensi cegah kanker<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ada potensi menjanjikan dari konsumsi curcumin yaitu bisa mengurangi pertumbuhan sel kanker hingga level molekul. Tak hanya itu, curcumin juga bisa mematikan sel-sel yang bersifat kanker.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara piperine juga bisa membunuh sel kanker dan mengurangi risiko terbentuknya tumor. Ketika digunakan bersamaan, manfaat lada hitam dan kunyit juga bisa menghentikan proses regenerasi sel stem payudara. Ini penting karena merupakan asal mula munculnya kanker payudara.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Baik untuk pencernaan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sejak berabad silam, pengobatan tradisional mengandalkan kunyit untuk meredakan masalah pencernaan. Hingga kini di era modern, metode ini masih tetap populer.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sementara piperine juga bisa mengoptimalkan aktivitas enzim pencernaan sehingga proses cerna berlangsung lebih cepat dan mudah. Ketika dikonsumsi bersamaan, curcumin dan piperine dapat mengobati peradangan di saluran cerna.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat lada hitam dan kunyit untuk kesehatan sangat melimpah. Mulai dari meredakan peradangan hingga nyeri. Kandungan dalam lada hitam akan meningkatkan kemampuan tubuh menyerap curcumin, zat berkhasiat dalam kunyit. Jika selama ini Anda baru mengeksplorasi bumbu dan rempah seperti kunyit &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3036","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3036","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3036"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3036\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3038,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3036\/revisions\/3038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3036"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3036"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3036"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}