{"id":3047,"date":"2023-02-28T14:22:44","date_gmt":"2023-02-28T07:22:44","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3047"},"modified":"2023-03-01T14:23:45","modified_gmt":"2023-03-01T07:23:45","slug":"bahaya-gorengan-saat-berbuka-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/02\/28\/bahaya-gorengan-saat-berbuka-puasa\/","title":{"rendered":"Bahaya Gorengan Saat Berbuka Puasa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Makan gorengan saat buka puasa bisa memicu perut kembung, mulas, mual, hingga peningkatan berat badan. Ganti menu berbuka dengan kurma, sayuran, hingga menu kukusan.Gorengan dan buka puasa sudah jadi pasangan minimal di Indonesia. Kamu pasti bisa menemukan gorengan menjelang jam buka puasa. Biarpun gampang dan murah, ada banyak alasan kamu sebaiknya tidak mengonsumsi gorengan buat buka puasa terlalu sering.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kalau sudah tahu bahayanya, mungkin kamu bisa mulai mengurangi gorengan di puasa tahun ini. Coba ganti menu buka puasa dengan yang lain. Mahal dikit tidak apa-apa, asal kamu tidak sakit nantinya.<\/p>\n<h2 id=\"risiko-makan-gorengan-pas-buka-puasa\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Risiko makan gorengan pas buka puasa<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Memilih makanan sehat untuk buka puasa sangatlah dianjurkan untuk menjaga kesehatan sekaligus kebugaran tubuh. Sebaliknya, pola makan yang buruk seperti sering makan gorengan untuk buka puasa, bisa menyebabkan sejumlah masalah pada tubuh, di antaranya:<\/p>\n<ol class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Gangguan pencernaan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sakit perut<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mulas<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kembung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Sendawa<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mual<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kurang berenergi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kelelahan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Kenaikan berat badan<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Tenggorokan gatal<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gorengan atau camilan buka puasa selain gorengan yang tinggi kalori, tinggi lemak, dan rendah nutrisi tidak direkomendasikan untuk disantap setiap hari. Walaupun mudah dimasak, gorengan mengandung persentase natrium dan karbohidrat harian yang tinggi bahkan melebihi kebutuhan tubuh kita sehari-hari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Makan gorengan setiap hari hanya dapat memperparah kelelahan selama menjalani puasa. Kamu sudah kehilangan banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh dan membuat tubuh terasa tidak fit secara keseluruhan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, gorengan yang tinggi karbohidrat juga dapat menyebabkan\u00a0kadar gula darah melonjak\u00a0dan mendorong peningkatan insulin. Kondisi ini dapat membuat kamu merasa lebih lapar saat berpuasa keesokan harinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jenis minyak yang biasa digunakan menggoreng umumnya juga mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Gorengan juga memiliki kandungan akrilamida atau senyawa berbahaya yang dapat meningkatkan risiko kanker.<\/p>\n<h2 id=\"bahaya-jangka-panjang-makan-gorengan-untuk-buka-puasa\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Bahaya jangka panjang makan gorengan untuk buka puasa<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mungkin kamu tidak merasakannya sekarang. Kalau setiap tahun buka puasanya pakai gorengan, ya siap-siap penyakit di bawah ini menyerang:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Penyakit jantung<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kolesterol jahat dalam minyak gorengan sangat berbahaya untuk kesehatan. Kandungan ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Bukan hanya itu, konsumsi gorengan terlalu sering juga menyebabkan saluran kardiovaskular menjadi terganggu. Nah, sudah pernah coba\u00a0cek kadar kolesterol\u00a0kamu belum?<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Diabetes<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Gorengan juga membuat insulin mengalami resistensi dan tidak bisa melakukan tugasnya. Jika ini terjadi, gula darah dalam tubuh tidak bisa diproses dengan baik. Hal ini yang membuat orang yang mengonsumsi gorengan lebih mungkin terkena diabetes tipe-2.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Meningkatkan risiko obesitas<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Coba makan gorengan tiap hari. Dijamin berat badan kamu akan naik dan tubuh kamu menjadi lebih besar. Hal ini karena gorengan mengandung kalori yang cukup besar. Ditambah lagi, tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan setelah buka puasa. Hasilnya, kalori akan menumpuk dalam tubuh dan membuat berisiko kelebihan berat badan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makan gorengan saat buka puasa bisa memicu perut kembung, mulas, mual, hingga peningkatan berat badan. Ganti menu berbuka dengan kurma, sayuran, hingga menu kukusan.Gorengan dan buka puasa sudah jadi pasangan minimal di Indonesia. Kamu pasti bisa menemukan gorengan menjelang jam &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3047","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3047","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3047"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3047\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3048,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3047\/revisions\/3048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3047"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3047"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3047"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}