{"id":3058,"date":"2023-02-22T15:10:32","date_gmt":"2023-02-22T08:10:32","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3058"},"modified":"2023-03-01T15:15:09","modified_gmt":"2023-03-01T08:15:09","slug":"makanan-bernutrisi-tinggi-untuk-pembentuk-otot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/02\/22\/makanan-bernutrisi-tinggi-untuk-pembentuk-otot\/","title":{"rendered":"Makanan Bernutrisi Tinggi untuk Pembentuk Otot"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa makanan pembentuk otot adalah telur, ikan salmon dan tuna, hingga udang. Namun, konsumsi berbagai jenis makanan ini perlu diiringi dengan olahraga secara rutin untuk mendapatkan hasil yang optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain rajin latihan angkat beban dan berolahraga di\u00a0<em>gym<\/em>, Anda juga perlu menerapkan pola makan bernutrisi tinggi untuk membentuk atau membesarkan otot. Faktanya, terdapat sejumlah makanan pembentuk otot yang bisa Anda konsumsi sehari-hari,\u00a0<em>lho<\/em>!<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Supaya proses pembentukan dan pembesaran otot Anda berjalan sesuai keinginan, simak berbagai makanan penambah massa otot yang lezat dan bernutrisi tinggi berikut ini.<\/p>\n<h2 id=\"9-makanan-pembentuk-otot-yang-lezat-dan-bernutrisi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Makanan Pembentuk Otot yang Lezat dan Bernutrisi<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Makanan yang menyehatkan otot umumnya mengandung banyak protein. Kendati demikian, karbohidrat dan lemak juga menjadi sumber energi penting yang dapat membantu Anda berolahraga.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, sebuah studi dari jurnal\u00a0<em>The International Society of Sports Nutrition<\/em>\u00a0(ISSN)\u00a0menjelaskan, mengonsumsi 1,4-2 gram protein per kilogram (kg) berat badan setiap harinya sudah cukup bagi sebagian besar orang yang aktif berolahraga untuk membentuk ataupun menjaga massa otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika Anda sedang mencari makanan yang memenuhi kriteria di atas, berikut adalah daftar yang bisa Anda simak.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Telur<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jangan heran jika Anda sering melihat orang di\u00a0<em>gym<\/em>\u00a0makan\u00a0telur rebus. Pasalnya, telur adalah salah satu makanan untuk membentuk otot yang cukup populer.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Telur mengandung protein berkualitas tinggi, lemak sehat, dan nutrisi penting lainnya, seperti vitamin B dan kolin.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ditambah lagi, telur dipenuhi dengan asam amino bernama leusin yang penting untuk pembesaran otot.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Ikan salmon<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ikan salmon\u00a0juga termasuk makanan penambah massa otot yang bernutrisi tinggi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam seporsi (sekitar 85 gram) daging ikan salmon, terdapat 17 gram protein, 1,5 gram asam lemak omega-3, dan beberapa vitamin B yang berperan penting dalam proses pembentukan otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, asam lemak omega-3 memiliki andil yang besar dalam kesehatan otot dan berpotensi meningkatkan pembentukan otot selama program latihan olahraga.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Dada ayam<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sama seperti telur,\u00a0dada ayam\u00a0mengandung banyak protein.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Seporsi (sekitar 85 gram) dada ayam diperkirakan mengandung 26,7 gram protein. Cukup banyak, bukan?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dada ayam juga dilengkapi dengan sejumlah vitamin B, seperti B3 dan B6, yang perlu dikonsumsi jika Anda aktif secara fisik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berbagai vitamin tersebut dapat mendukung fungsi tubuh Anda selama melakukan aktivitas fisik yang dibutuhkan dalam meningkatkan massa otot.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Ikan tuna<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ikan tuna\u00a0adalah sumber protein yang baik sehingga tidak mengherankan jika masuk dalam daftar makanan pembentuk otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam seporsi (sekitar 85 gram) ikan tuna, terdapat 20 gram protein, vitamin A, dan sejumlah vitamin B (B12, B3, dan B6).<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sederet nutrisi di atas diperlukan untuk kesehatan yang optimal, energi, serta performa berolahraga.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Kacang edamame<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meskipun kecil,\u00a0kacang edamame\u00a0adalah sumber protein yang dapat membantu Anda membentuk otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebagai informasi, setengah cangkir kacang edamame segar atau beku mengandung 6 gram protein.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Tahu<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda seorang vegetarian? Tahu bisa jadi sumber protein alternatif untuk membesarkan dan membentuk otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam seporsi (sekitar 100 gram) tahu, Anda bisa mendapatkan sekitar 12,68 gram protein.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7.\u00a0 Udang<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda juga dapat menyisipkan\u00a0udang\u00a0dalam pola makan untuk membentuk otot.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Alasannya, setiap porsi (sekitar 85 gram) udang mengandung 19 gram protein, 1,44 gram lemak, dan 1 gram karbohidrat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sama seperti sumber protein hewani lainnya, udang juga dipenuhi dengan leusin yang penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan otot.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Susu<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain makanan, cara menambah otot juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi susu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, susu mengandung protein, karbohidrat, dan lemak yang dibutuhkan untuk membentuk otot.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa makanan pembentuk otot adalah telur, ikan salmon dan tuna, hingga udang. Namun, konsumsi berbagai jenis makanan ini perlu diiringi dengan olahraga secara rutin untuk mendapatkan hasil yang optimal. Selain rajin latihan angkat beban dan berolahraga di\u00a0gym, Anda juga perlu &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3058","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3058"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3061,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3058\/revisions\/3061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}