{"id":3068,"date":"2023-02-16T15:27:17","date_gmt":"2023-02-16T08:27:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3068"},"modified":"2023-03-01T15:30:29","modified_gmt":"2023-03-01T08:30:29","slug":"manfaat-beras-hitam-untuk-kesehatan-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/02\/16\/manfaat-beras-hitam-untuk-kesehatan-tubuh\/","title":{"rendered":"Manfaat beras hitam untuk kesehatan tubuh"},"content":{"rendered":"<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mungkin Anda tak terbiasa dengan beras hitam atau dahulu dikenal sebagai\u00a0<em>forbidden rice<\/em>. Padahal, ada sejumlah manfaat yang ditawarkan dari jenis beras ini.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah beberapa manfaat beras hitam untuk kesehatan:<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Melindungi sel tubuh<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beras hitam mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan inilah yang bermanfaat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas penyebab penyakit.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Senyawa antioksidan yang ada dalam beras hitam, antara lain antosianin,\u00a0flavonoid dan karotenoid. Bahkan, sebuah penelitian memaparkan bahwa jumlah antioksidan dalam beras hitam lebih tinggi dari blueberry.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain radikal bebas, antioksidan juga membantu mengurangi stres oksidatif. Stres oksidatif sendiri sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, Alzheimer, hingga jenis kanker tertentu.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Mengendalikan diabetes<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beras hitam juga berguna untuk pengendalian gula darah bagi penderita diabetes. Senyawa antioksidan dan fitokimia dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Proses ini dapat membantu tubuh menggunakan glukosa dalam darah menjadi energi dengan lebih baik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hal ini membuat penyerapan glukosa menjadi lebih lambat sehingga menurunkan kadar gula dalam darah. Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut mengenai manfaat beras hitam yang satu ini.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menjaga kesehatan jantung<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, penelitian mengenai manfaat beras hitam dalam menjaga kesehatan jantung pada manusia masih terbatas. Namun, senyawa antioksidan telah terbukti membantu\u00a0mencegah penyakit jantung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Begitu juga dengan kandungan flavonoid dalam beras hitam. Dalam penelitian\u00a0<em>Journal of Nutritional Science\u00a0<\/em>memaparkan bahwa senyawa ini berkaitan dengan penurunan risiko perkembangan serta komplikasi meninggal akibat penyakit jantung.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Mengendalikan kolesterol<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan antosianin dalam beras hitam diketahui juga dapat membantu\u00a0meningkatkan kadar kolesterol baik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Studi\u00a0lain yang menganalisis manfaat beras hitam juga menemukan bahwa penumpukan plak kolesterol jahat berkurang sekitar 50% daripada beras putih.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, penelitian ini masih dilakukan terbatas pada hewan. Masih butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaatnya pada manusia.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Menurunkan berat badan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Beras hitam menjadi sumber protein dan serat yang baik untuk tubuh. Itu sebabnya, beras hitam bermanfaat juga untuk mengontrol nafsu makan sehingga membantu menurunkan berat badan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Penelitian awal yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa kandungan antosianin dalam beras hitam dapat membantu mengurangi persentase lemak serta berat badan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Menjaga kesehatan mata<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dalam\u00a0Food Chemistry, dipaparkan bahwa beras hitam mengandung lutein dan zeaxanthin dalam jumlah tinggi. Keduanya adalah dua jenis karotenoid yang berhubungan dengan kesehatan mata.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Senyawa tersebut bekerja sebagai antioksidan untuk membantu melindungi mata dari radikal bebas.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam beras hitam ini bermanfaat untuk melindungi retina dari cahaya biru, menurunkan risiko katarak\u00a0serta retinopati diabetik.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Mengurangi peradangan<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Senyawa antosianin dalam beras hitam memiliki manfaat anti-inflamasi yang mampu melawan dan mengurangi peradangan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda mempunyai riwayat alergi atau\u00a0sensitif terhadap kandungan gluten, ada baiknya mencoba beras hitam hitam karena diklaim bebas gluten.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Meningkatkan fungsi otak<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengonsumsi beras hitam dapat membantu meningkatkan antioksidan dalam tubuh, sehingga melindungi sel-sel otak dari kerusakan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, dapat pula menjaga kinerja kognitif otak dan membatasi efek buruk penuaan otak. Antosianin dalam beras hitam pun bisa meningkatkan daya ingat dan pembelajaran.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Menghambat pertumbuhan kanker<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Antosianin dalam beras hitam mampu menghambat pertumbuhan dan perluasan sel kanker, sehingga mencegah penyebaran sel kanker ke organ tubuh lainnya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, antosianin dapat menghambat pertumbuhan tumor dengan menghalang pasokan darah ke tumor. Akan tetapi, masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai beras hitam dan efeknya terhadap kanker.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin Anda tak terbiasa dengan beras hitam atau dahulu dikenal sebagai\u00a0forbidden rice. Padahal, ada sejumlah manfaat yang ditawarkan dari jenis beras ini. Berikut ini adalah beberapa manfaat beras hitam untuk kesehatan: 1. Melindungi sel tubuh Beras hitam mengandung antioksidan tinggi. &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3068","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3068"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3070,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3068\/revisions\/3070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}