{"id":3073,"date":"2023-03-20T14:34:58","date_gmt":"2023-03-20T07:34:58","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3073"},"modified":"2023-03-20T14:34:58","modified_gmt":"2023-03-20T07:34:58","slug":"cara-mengatasi-sakit-tenggorokan-saat-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/03\/20\/cara-mengatasi-sakit-tenggorokan-saat-puasa\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Saat Puasa"},"content":{"rendered":"<p>Sakit tenggorokan saat puasa bisa diatasi dengan memanfaatkan humidifier untuk melembapkan ruangan. Perbanyak istirahat dan tidur jika rasa sakit masih muncul.Gangguan kesehatan yang sering dialami banyak orang saat bulan puasa adalah sakit tenggorokan. Dari sekian banyak penyebabnya, salah satu penyebab utama sakit tenggorokan saat puasa adalah radang tenggorokan. Terus pasti bingung cara mengobati sakit tenggorokan ini pas kamu lagi puasa, \u2018kan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Masalah ini bisa muncul saat kamu melakukan kontak dengan alergen, seperti debu hingga cuaca dingin. Sedikit banyak gangguan sakit tenggorokan bakalan mengganggu ibadahmu. Yuk, cari tahu cara untuk mengatasinya di bawah ini!<\/p>\n<h2 id=\"cara-mengatasi-sakit-tenggorokan-saat-puasa\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Sebenarnya kamu perlu menunggu saat berbuka kalau mau minum air atau obat pereda sakit tenggorokan. Kalau masih berpuasa, lakukan langkah-langkah di bawah ini, ya!<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>1. Kurangi aktivitas berbicara<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Hal perlu dilakukan pertama kali mengurangi aktivitas bicara. Pasalnya, berbicara akan membuat mulut kamu terasa kering dan memperparah rasa sakit tenggorokan. Kenakanlah masker yang menutupi hidung dan mulut untuk mencegah paparan debu.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>2. Menghirup uap dari air panas<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Udara yang lembap memiliki peran dalam mengurangi iritasi akibat tenggorokan kering saat puasa. Kamu bisa mendapatkan udara lembap dengan cara yang mudah dan praktis dari menghirup uap air panas. Rebus air dan taruh di wadah mangkuk, lalu hirup uap yang keluar dari air. Karena relatif aman, kamu bisa mengulanginya beberapa kali jika rasa sakit masih terasa.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>3. Menggunakan\u00a0<\/strong><strong><em>humidifier<\/em><\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Salah satu penyebab sakit tenggorokan adalah udara yang kering. Sebagai solusinya, kamu bisa\u00a0menggunakan\u00a0<em>humidifier<\/em>\u00a0di dalam ruangan. Alat ini dapat membantu melepaskan uap air untuk meningkatkan kelembapan udara di dalam ruangan sehingga udaranya tidak kering.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Penggunaan\u00a0<em>humidifier<\/em>\u00a0juga disarankan di ruangan yang menggunakan AC dalam waktu lama.\u00a0Pendingin udara dianggap mampu mengurangi sekitar 40\u201460 persen kelembapan udara. Kamu juga disarankan tidak berlama-lama di ruangan ber-AC, ya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>4. Perbanyak istirahat<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Cara mengatasi sakit tenggorokan saat puasa juga dapat dilakukan adalah istirahat. Saat rasa nyeri terasa mengganggu, cobalah untuk berbaring dan pejamkan mata untuk membuat tubuh beristirahat. Berbaring dengan posisi badan bagian atas yang lebih tinggi atau duduk bersandar dapat membantu meredakan rasa sakit dan tidak nyaman di tenggorokan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sakit tenggorokan saat puasa bisa diatasi dengan memanfaatkan humidifier untuk melembapkan ruangan. Perbanyak istirahat dan tidur jika rasa sakit masih muncul.Gangguan kesehatan yang sering dialami banyak orang saat bulan puasa adalah sakit tenggorokan. Dari sekian banyak penyebabnya, salah satu penyebab &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3073","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3073"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3074,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3073\/revisions\/3074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}