{"id":3098,"date":"2023-03-08T15:18:12","date_gmt":"2023-03-08T08:18:12","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3098"},"modified":"2023-03-20T15:22:28","modified_gmt":"2023-03-20T08:22:28","slug":"cara-mengendalikan-emosi-dengan-tepat-saat-marah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/03\/08\/cara-mengendalikan-emosi-dengan-tepat-saat-marah\/","title":{"rendered":"Cara Mengendalikan Emosi dengan Tepat saat Marah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa cara mengendalikan emosi adalah menenangkan diri, berpikir sebelum berbicara, berkomunikasi dengan baik, tidak menyimpan dendam, dan coba memecahkan masalah.Ketika marah, setiap orang dapat menunjukkan emosinya dengan cara yang berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika tidak dikendalikan, emosi berlebihan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, ketahui cara mengendalikan emosi saat marah dengan tepat.<\/p>\n<h2 id=\"cara-mengendalikan-emosi\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara mengendalikan emosi<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mulai dari menyadari hingga meminta bantuan profesional, berikut adalah cara mengontrol emosi yang bisa kamu lakukan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Menyadari emosi berlebihan tidak baik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara meredam emosi yang pertama adalah menyadari bahwa emosi yang berlebihan merupakan hal yang buruk.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, pemikiran seseorang bisa jadi sangat dramatis saat\u00a0marah. Perilaku-perilaku buruk pun bisa terjadi, seperti mengutuk, mengumpat, atau melakukan hal yang tidak rasional.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika kamu sering menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan amarah, ingatkan diri sendiri bahwa itu tidak akan memperbaiki apa pun atau membuatmu merasa lebih baik..<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Menenangkan diri<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Alih-alih terus merasakan emosi, cobalah tenangkan diri. Duduk dan tarik napas dalam-dalam dari diafragma, kemudian hembuskan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebutkan kata-kata yang menenangkan secara perlahan, misalnya \u2018tenang\u2019, \u2018rileks\u2019, atau \u2018santai\u2019. Lakukan\u00a0pernapasam dalam\u00a0ini secara berulang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Teknik relaksasi di atas dapat membantu menenangkan perasaan marah yang bergejolak dan membuat pikiranmu menjadi lebih tenang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cra menahan emosi lain terkait hal ini adalah menjauh terlebih dahulu dari situasi yang memicu emosi dan kembali saat sudah merasa tenang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Memperhatikan kondisi tubuh<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Memperhatikan kondisi tubuh juga termasuk cara mengontrol emosi yang penting.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebab, kondisi tubuh dan pikiranmu bisa berpengaruh terhadap skala kemarahanmu. Misalnya, kondisi\u00a0stres, lelah, atau sedang sakit dapat membuat amarah semakin menjadi-jadi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika kamu sedang kelelahan, beristirahatlah sejenak agar kemarahan yang tengah dirasakan tidak semakin meluap.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bila kamu sedang lapar, makanlah sesuatu yang enak dan sehat untuk meredakan amarah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Berpikir sebelum berbicara<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara mengendalikan emosi selanjutnya adalah berpikir sebelum berbicara.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Karena terbawa\u00a0emosi, seseorang mudah mengatakan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain. Jika sampai berakibat fatal, masalah ini tentu bisa menyebabkan penyesalan nantinya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk berpikir dulu sebelum berkata apa pun saat sedang marah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika pikiranmu sudah jernih, ungkapkan rasa kesalmu tanpa menyakiti orang lain ataupun berusaha mengendalikan mereka.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Berkomunikasi dengan baik<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat berbicara dengan orang yang membuatmu emosi, jangan saling memaki atau berteriak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pikirkan baik-baik apa yang ingin dikatakan, serta berikan kesempatan dan dengarkan orang tersebut saat berbicara.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika orang tersebut tidak terima saat dikritik, itu adalah hal yang wajar. Jangan sampai emosimu semakin terpancing.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cobalah untuk tetap\u00a0berkomunikasi\u00a0dengan baik guna mencegah situasi memanas.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Coba memecahkan masalah<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Daripada berfokus pada hal yang membuatmu marah, sebaiknya berusahalah untuk\u00a0menyelesaikan masalah\u00a0yang terjadi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Misalnya, pasangan terlambat menjemputmu, kamu bisa memintanya datang lebih awal lain kali. Atau, kamu gagal dalam ujian, mintalah ujian remedial dan belajar lebih baik ke depannya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cara mengendalikan emosi lain yang perlu kamu tanam dalam pikiran adalah memahami bahwa beberapa hal berada di luar kendalimu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jadi, cobalah bersikap realistis tentang apa yang bisa dan tidak bisa diubah.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Tidak menyimpan dendam<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu cara mengontrol emosi adalah tidak menyimpan dendam. Memaafkan merupakan hal yang ampuh untuk menghilangkan emosi saat marah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika kamu membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya mengalahkan perasaan positif, kamu hanya akan merasakan kepahitan dalam hidup.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>,\u00a0memaafkan\u00a0orang yang membuatmu marah dapat membantu kalian belajar dari masalah tersebut agar tidak terulang kembali dan memperkuat hubungan yang terjalin.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Menggunakan humor<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika masih merasa emosi, cobalah gunakan humor untuk membantu meredakan ketegangan saat marah.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa membayangkan hal-hal yang konyol atau menonton film dan acara komedi sehingga amarahmu dapat teralihkan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, hindari sarkasme karena itu hanyalah bentuk lain dari ekspresi kemarahan yang tidak sehat, bahkan bisa melukai perasaan dan memperburuk keadaan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Melakukan kegiatan lain<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Merenungkan hal yang memicu emosi bisa membuat kamu terjebak dalam keadaan\u00a0frustrasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Lakukan kegiatan lain yang membutuhkan fokus agar pikiran negatif sulit masuk sebagai cara menahan amarah. Misalnya, membersihkan rumah, menanam tanaman, atau bermain dengan anak-anak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Dengan begitu, kamu tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang membuat kesal sehingga tubuh dan otak bisa kembali tenang.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>10. Meminta bantuan profesional<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski marah adalah emosi yang normal, kamu perlu tahu cara meredakan amarah yang tepat jika merasa sering marah secara tidak terkendali.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jangan sungkan untuk membicarakannya pada\u00a0psikolog\u00a0atau psikiater. Para ahli nantinya dapat membantu mengidentifikasi faktor penyebab marah dan mencari penanganan yang tepat.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terapi perilaku kognitif (<em>cognitive behavioral intervention<\/em>\/CBT) bisa memberikan hasil efektif bagi mereka yang merasa kesulitan dalam mengelola kemarahan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Intervensi ini dapat membantumu untuk mengubah cara berpikir dan berperilaku. Dengan demikian, ledakan amarah yang biasa terjadi bisa dikendalikan secara bertahap.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa cara mengendalikan emosi adalah menenangkan diri, berpikir sebelum berbicara, berkomunikasi dengan baik, tidak menyimpan dendam, dan coba memecahkan masalah.Ketika marah, setiap orang dapat menunjukkan emosinya dengan cara yang berbeda-beda. Jika tidak dikendalikan, emosi berlebihan dapat merugikan diri sendiri maupun &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3098","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3098"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3098\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3099,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3098\/revisions\/3099"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}