{"id":3118,"date":"2023-03-31T13:57:16","date_gmt":"2023-03-31T06:57:16","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3118"},"modified":"2023-04-03T14:00:07","modified_gmt":"2023-04-03T07:00:07","slug":"bolehkah-buka-puasa-dengan-teh-manis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/03\/31\/bolehkah-buka-puasa-dengan-teh-manis\/","title":{"rendered":"Bolehkah Buka Puasa dengan Teh Manis?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Buka puasa dengan teh manis boleh saja dilakukan asal tidak dikonsumsi berlebihan. Sebab, hal tersebut bisa memicu berbagai gangguan pada kesehatan, seperti perut kembung, tubuh terasa lemas, hingga berat badan naik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buka puasa dengan teh manis masih menjadi pilihan populer bagi banyak orang. Minum teh manis terasa nikmat dan menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa. Akan tetapi, tahukah Anda kalau terlalu sering buka puasa dengan teh manis disinyalir mampu memicu berbagai gangguan kesehatan?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Rasa lapar dan haus yang memuncak menjelang waktu buka puasa memang sering kali membuat kita kalap dan ingin menyantap semuanya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, Anda harus ingat bahwa selama puasa kondisi kesehatan tubuh tetap harus dijaga. Oleh karena itu, Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih menu buka puasa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menurut dr. Reni Utari, buka puasa dengan teh manis boleh saja dilakukan asal tidak berlebihan. Umumnya, gula darah orang yang berpuasa mengalami penurunan. Sehingga, konsumsi teh manis dapat membantu meningkatkannya.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">\u201cTidak masalah jika Anda ingin minum teh manis hangat ataupun dingin,\u201d tambah dr. Reni. \u201cNamun, sebaiknya teh manis untuk buka puasa dibuat sendiri. Jadi, takaran gula dan kebersihan bahan-bahannya dapat kita kontrol dengan lebih baik.\u201d<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Hindari buka puasa dengan teh manis terlalu sering ataupun dalam jumlah banyak. Apalagi, jika yang dikonsumsi adalah es teh kemasan, yang umumnya memiliki kandungan gula lebih tinggi dari rekomendasi asupan gula harian.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, sebaiknya Anda jangan mengonsumsi teh terlalu manis jika menderita diabetes. Jika ingin minum teh saat berbuka puasa, Anda bisa menggunakan gula khusus untuk penderita diabetes agar lebih aman.<\/p>\n<h2 id=\"akibat-minum-teh-manis-setiap-hari-untuk-berbuka\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Akibat minum teh manis setiap hari untuk berbuka<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Walaupun sah-sah saja minum teh manis saat berbuka, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan\u00a0 jika dilakukan setiap hari.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa akibat minuman teh manis terlalu sering:<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Berat badan naik<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kenaikan berat badan dapat terjadi jika terlalu sering buka puasa dengan teh manis. Sebab, kalori yang terkandung pada teh manis cenderung tinggi, apalagi jika Anda mengonsumsi es teh kemasan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untuk menghindari bahaya minum teh manis saat berbuka puasa ini, sebaiknya hindari terlalu banyak ataupun terlalu sering mengonsumsinya.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Tubuh terasa lelah dan lemas<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Minum teh saat berbuka puasa dapat membuat tubuh terasa lelah dan lemas. Hal ini bisa disebabkan karena tubuh yang kekurangan cairan lebih membutuhkan air putih untuk menghindari dehidrasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebaliknya, teh yang mengandung kafein bisa saja menyebabkan sering buang air kecil jika dikonsumsi terlalu banyak. Pada akhirnya, hal ini dapat memicu dehidrasi yang membuat tubuh lelah dan lemas.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Perut kembung<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ketika kita buka puasa minum es teh manis, perut dapat terasa kembung dan tidak nyaman karena jumlah gula berlebih akan sulit dicerna tubuh.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kandungan kafein di dalam teh manis dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada perut jika Anda memiliki sensitivitas terhadap kafein.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Mual<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Senyawa tertentu dalam teh bisa menyebabkan mual, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau saat perut kosong.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sifat astringen pada tanin yang terkandung dalam teh dapat mengiritasi saluran pencernaan sehingga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, seperti mual atau sakit perut.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong><em>Heartburn<\/em><\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Minum teh saat berbuka puasa dikhawatirkan bisa menyebabkan mual. Kafein dalam teh dapat menyebabkan <em>heartburn <\/em>(sensasi panas di dada), bahkan memperburuk gejala kenaikan asam lambung.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Masalah ini dikarenakan kafein bisa mengendurkan sfingter (katup kerongkongan bawah) sehingga memungkinkan asam lambung lebih mudah mengalir ke kerongkongan. Tak hanya itu, kafein juga berperan dalam meningkatkan produksi asam lambung.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Sakit kepala<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengonsumsi teh yang tinggi kafein secara rutin bisa menyebabkan sakit kepala. Setidaknya minum 100 mg kafein per hari dapat berkontribusi pada kekambuhan sakit kepala yang mengganggu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, jumlah kafein yang pasti untuk memicu sakit kepala bisa bervariasi pada setiap individu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, sebaiknya Anda menghindari buka puasa dengan teh manis terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buka puasa dengan teh manis boleh saja dilakukan asal tidak dikonsumsi berlebihan. Sebab, hal tersebut bisa memicu berbagai gangguan pada kesehatan, seperti perut kembung, tubuh terasa lemas, hingga berat badan naik. Buka puasa dengan teh manis masih menjadi pilihan populer &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3118","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3118"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3119,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3118\/revisions\/3119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}