{"id":3124,"date":"2023-03-28T14:17:21","date_gmt":"2023-03-28T07:17:21","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3124"},"modified":"2023-04-03T14:17:42","modified_gmt":"2023-04-03T07:17:42","slug":"cara-menghilangkan-ngantuk-saat-puasa-agar-tetap-segar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/03\/28\/cara-menghilangkan-ngantuk-saat-puasa-agar-tetap-segar\/","title":{"rendered":"Cara Menghilangkan Ngantuk Saat Puasa agar Tetap Segar"},"content":{"rendered":"<p>Cara menghilangkan ngantuk saat puasa bisa dengan bergerak atau melakukan stretching ringan. Coba juga mengatur napas untuk melancarkan darah ke seluruh tubuh.Mengantuk saat puasa adalah hal yang sangat umum terjadi. Jika terjadi di akhir pekan, mungkin tidak seberapa mengganggu.<\/p>\n<p>Akan tetapi, bagaimana kalau ngantuk menyerang saat aktivitas padat? Konsentrasi bisa jadi terganggu.Supaya mata tetap melek dan badan segar seharian, ini dia beberapa cara menghilangkan ngantuk saat puasa yang mudah dilakukan.<\/p>\n<h2 id=\"tips-agar-tidak-mudah-mengantuk-saat-puasa\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\"><strong>Tips agar tidak mudah mengantuk saat puasa<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Mencegah selalu lebih mudah daripada mengobati. Begitu juga dengan rasa kantuk yang sering muncul ketika puasa.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\">Ketimbang harus memerangi rasa kantuk, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar tidak mudah mengantuk saat puasa, antara lain:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Cukup tidur<\/strong>. Tidur selama 6-8 jam bisa mencegah ngantuk di siang hari saat puasa. Jika tidak memungkinkan, cobalah tidur selama 5-6 jam, dan tidur siang sejenak di siang atau sore hari. Ciptakan suasana tidur yang nyaman agar bisa tidur lebih cepat dan nyenyak.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Tidak bermain gadget setidaknya 30 menit sebelum tidur<\/strong>. Cahaya dari <em>gadget <\/em>atau alat elektronik lainnya, seperti televisi, dapat membuat kamu tetap terjaga dan lebih susah tidur. Ini membuat kamu kurang tidur dan lebih mengantuk esok harinya.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Tidak melewatkan sahur<\/strong>. Puasa tapi tidak sahur bisa membuat kadar gula darah selama berpuasa jadi semakin rendah. Ini akan membuat kamu jadi lebih mengantuk saat puasa.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Konsumsi kafein<\/strong>. Anda bisa minum kopi saat sahur agar tidak mudah mengantuk saat puasa. Akan tetapi, hindari konsumsi kafein 4-6 jam sebelum tidur karena membuat sulit tidur.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Cukup minum<\/strong>. Mengantuk bisa jadi salah satu tanda dehidrasi. Sementara, puasa bisa membuat lebih berisiko mengalami dehidrasi. Penting untuk cukup minum saat puasa. Cobalah jadwal minum saat puasa, yaitu 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Konsumsi makanan sehat yang tinggi protein<\/strong>, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat saat sahur. Nutrisi ini akan membantumu memiliki energi dan mencegah kantuk saat puasa di siang hari. Hindari makan terlalu banyak karena malah akan membuat Anda mengantuk.<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\"><strong>Berolahraga<\/strong>. Olahraga saat puasa bisa membantu kamu lebih bugar. Cara ini juga bisa mencegah rasa kantuk saat berpuasa. Olahraga juga bisa membantu pola tidur jadi lebih baik. Berolahraga menjelang buka puasa mungkin jadi pilihan waktu yang tepat.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara menghilangkan ngantuk saat puasa bisa dengan bergerak atau melakukan stretching ringan. Coba juga mengatur napas untuk melancarkan darah ke seluruh tubuh.Mengantuk saat puasa adalah hal yang sangat umum terjadi. Jika terjadi di akhir pekan, mungkin tidak seberapa mengganggu. Akan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3124","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3124"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3125,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3124\/revisions\/3125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}