{"id":3165,"date":"2023-04-27T15:20:40","date_gmt":"2023-04-27T08:20:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3165"},"modified":"2023-04-28T15:20:56","modified_gmt":"2023-04-28T08:20:56","slug":"bagaimana-cara-untuk-menerima-diri-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/04\/27\/bagaimana-cara-untuk-menerima-diri-sendiri\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara untuk Menerima Diri Sendiri?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Menerima diri sendiri berarti menerima sisi positif maupun negatif dalam diri Anda. Anda dapat mengalami kesulitan dalam menerima diri sendiri karena trauma masa lalu yang dilakukan oleh orangtua ataupun orang-orang di sekitar Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiap manusia pasti memiliki kekurangannya masing-masing, tidak ada manusia yang sempurna. Terkadang, Anda terlalu menuntut diri terlalu tinggi dan merasa kesal dan marah saat Anda tidak berhasil mencapainya. Anda mungkin bahkan telah menangis beberapa kali karena berbagai aspek diri yang tidak sesuai harapan.Menerima diri sendiri bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan waktu serta proses yang berulang, tetapi dengan menerima diri sendiri, Anda akan merasa lebih lega.<\/p>\n<h2 id=\"mengapa-sulit-untuk-menerima-diri-sendiri\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengapa sulit untuk menerima diri sendiri?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Bagi sebagian orang, menerima diri sendiri merupakan sesuatu yang sangat sulit. Anda dapat mengalami kesusahan untuk menerima diri sendiri akibat dari kurang memahami diri sendiri dan adanya luka batin di masa lalu.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda akan menjadi sulit untuk menerima diri sendiri saat Anda tidak memahami atau menyadari berbagai emosi yang berada dalam diri Anda. Terkadang hal ini muncul dari trauma masa lalu, Anda berusaha untuk menghalau emosi-emosi tersebut dengan menekannya dan pada akhirnya Anda menyangkal diri sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ajaran dari orangtua juga membuat Anda bisa menyangkal diri. Misalnya, Anda harus tangguh agar bisa terlihat kuat dan diterima oleh orangtua. Hal ini terbawa hingga dewasa dan membuat Anda merasa perlu untuk menyesuaikan diri agar diterima oleh orang sekitar daripada menjadi diri sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda merasa bahwa orang-orang tidak akan mencintai dan menerima diri Anda yang sebenarnya, pada akhirnya akan kesulitan untuk menerima diri sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sulit menerima diri sendiri juga bisa datang dari perkataan-perkataan orang-orang di masa lalu, seperti orangtua, yang menekankan bahwa diri Anda tidak berguna. Perkataan tersebut terbawa hingga dewasa dan membuat Anda kesusahan menerima diri sendiri.<\/p>\n<h2 id=\"apa-yang-harus-dilakukan-untuk-menerima-diri-sendiri\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa yang harus dilakukan untuk menerima diri sendiri?<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Untungnya, kondisi ini bukanlah sesuatu yang permanen, karena tiap orang dapat belajar untuk menerima dirinya sendiri. Proses menerima diri sendiri terkadang dapat menimbulkan rasa sakit dan kesedihan. Meskipun tidak mudah, tetapi Anda dapat mengikuti tips-tips di bawah ini untuk dapat menerima diri sendiri.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Dimulai dengan keinginan<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Langkah paling pertama dari menerima diri sendiri adalah adanya hasrat atau tekad untuk bisa berubah dan menerima diri sendiri. Jika Anda tidak bersungguh-sungguh dalam menjalaninya, Anda nantinya akan tetap berusaha untuk menutupi sisi negatif Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Proses menerima diri sendiri memang sulit karena harus berhadapan dengan sisi diri yang tidak diinginkan dan luka batin yang dialami. Namun, semua hal tersebut perlu dilalui untuk bisa menerima diri sendiri.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Hargai diri Anda<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sama seperti Anda tidak ingin menyakiti orang lain, jangan sakiti diri Anda. Hargailah diri dan pahami bahwa setiap kelemahan dan kekurangan dalam diri adalah hal yang normal.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Terima \u2018sisi gelap\u2019 Anda<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tiap orang memiliki \u2018sisi gelap\u2019 atau sisi negatifnya yang ketika diingat malah memicu kesulitan menerima diri sendiri. Akan tetapi, bagaimanapun juga, menerima diri sendiri berarti menerima segala aspek diri Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menyadari dan menerima sisi negatif tersebut adalah langkah krusial dalam menerima diri sendiri.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Terima semua emosi dalam diri<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kadang kala, Anda mungkin tergoda untuk menyangkal ataupun menekan berbagai emosi yang bermunculan saat Anda sedang dalam proses menerima diri sendiri. Di saat demikian, Anda justru tidak boleh menekan emosi tersebut.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Rasakan semua emosi kesedihan, kemarahan, rasa sakit, dan sebagainya yang mengguyur badan Anda, dengan demikian, Anda akan bisa menyadari dan memperhatikan apa yang terjadi dalam diri Anda.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Ingat aspek positif Anda<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya menerima aspek negatif, Anda juga tidak boleh melupakan sisi positif Anda. Jangan hanya berfokus pada sisi negatif, tetapi akui bahwa Anda juga memiliki kelebihan-kelebihan yang menarik.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cobalah buat daftar mengenai hal-hal positif dalam diri Anda, bila sulit, mintalah pendapat orang-orang sekitar mengenai hal-hal positif pada diri Anda.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Ubah pandangan Anda<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terkadang pandangan yang terlalu ekstrim dapat menjadi akar permasalahan dari kesulitan Anda menerima diri sendiri. Lihatlah diri secara keseluruhan dari sisi positif maupun negatif.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Hentikan pola pikir negatif<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pola pikir negatif dapat menghambat proses menerima diri sendiri. Pola pikir negatif jugalah yang dapat membuat Anda memiliki pandangan ekstrim terhadap diri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda perlu menyadari dan menghentikan kebiasaan buruk untuk mengkritik diri sendiri. Misalnya, jika Anda sering mengganggap diri bodoh karena melakukan kesalahan, tantang pemikiran tersebut dengan melihat fakta bahwa kesalahan yang dilakukan bukan karena Anda bodoh, tetapi karena kurang teliti.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Maafkan diri sendiri<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Menerima diri sendiri juga melibatkan proses\u00a0memaafkan diri sendiri. Setiap kesalahan yang dilakukan bukanlah sesuatu yang perlu digunakan untuk menghukum diri sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kesalahan tersebut justru harus menjadi batu loncatan dan pembelajaran untuk bisa menjadi lebih baik lagi.<\/p>\n<ul class=\"css-z932a4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\"><strong>Berikan saran untuk diri sendiri<\/strong><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Saat sedang bingung, Anda bisa \u2018meminta saran\u2019 kepada diri sendiri. Bayangkan bahwa Anda memiliki teman yang juga dalam masalah ingin menerima diri sendiri, cobalah berikan saran kepada \u2018teman Anda\u2019 untuk mengatasi masalahnya dan terapkan saran tersebut untuk diri sendiri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Jika kesulitan, Anda bisa meminta bantuan teman untuk berperan menjadi diri Anda dan adalah orang yang dimintai saran.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menerima diri sendiri berarti menerima sisi positif maupun negatif dalam diri Anda. Anda dapat mengalami kesulitan dalam menerima diri sendiri karena trauma masa lalu yang dilakukan oleh orangtua ataupun orang-orang di sekitar Anda. Tiap manusia pasti memiliki kekurangannya masing-masing, tidak &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3165","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3166,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3165\/revisions\/3166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}