{"id":3184,"date":"2023-04-10T15:49:08","date_gmt":"2023-04-10T08:49:08","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=3184"},"modified":"2023-04-28T15:52:47","modified_gmt":"2023-04-28T08:52:47","slug":"ketahui-manfaat-saling-memaafkan-untuk-kesehatan-tubuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2023\/04\/10\/ketahui-manfaat-saling-memaafkan-untuk-kesehatan-tubuh\/","title":{"rendered":"Ketahui Manfaat Saling Memaafkan untuk Kesehatan Tubuh"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak manfaat saling memaafkan. Mulai dari menurunkan risiko serangan jantung hingga membuat pikiran jadi tenang. Cari tahu tips saling memaafkan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivitas saling memaafkan selalu identik dengan lebaran. Namun, seharusnya Anda melakukan itu kapan pun dan dengan siapa pun. Pasalnya, manfaat saling memaafkan bisa menurunkan risiko terserang penyakit jantung hingga depresi.\u00a0Di sisi lain, memaafkan kesalahan orang lain bukanlah hal yang mudah dilakukan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Mengapa kita harus saling memaafkan? Jika Anda mampu melakukannya, tak hanya ketenangan batin yang dirasakan. Selain itu, Anda pun bisa menjaga hubungan baik lebih lama.<\/p>\n<h2 id=\"manfaat-saling-memaafkan-dengan-orang-lain\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Manfaat saling memaafkan dengan orang lain<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sebuah penelitian yang dimuat dalam\u00a0John Hopkins Medicine\u00a0menyebutkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain membawa manfaat besar bagi kesehatan secara menyeluruh, beberapa di antaranya adalah:<\/p>\n<ul class=\"css-8f5w2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menurunkan risiko serangan jantung<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menjaga kadar kolesterol dalam tubuh<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Memperbaiki kualitas tidur<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mengurangi rasa nyeri<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menurunkan tekanan darah<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membuat pikiran lebih tenang<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Mencegah kecemasan, stres, dan depresi<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Menjaga silaturahmi dengan orang lain<\/li>\n<li class=\"chakra-text css-nlj39t\">Membangun rasa keberhargaan diri sendiri (<em>self esteem<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Melihat banyaknya manfaat di atas, saling memaafkan tentunya perlu dipraktikkan setiap hari di dalam hidup, tak hanya saat Idulfitri. Dokter Karen Swartz, direktur dari Mood Disorders Adult Consultation Clinic di John Hopkins, menyatakan bahwa dendam atau kekesalan yang terus disimpan akan membuat seseorang merasa tertekan dan stres.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Meski berhubungan dengan masalah psikologis,\u00a0stres\u00a0nyatanya dapat memengaruhi kondisi sistem imun seseorang.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, saat stres tubuh mengeluarkan hormon stres, yakni kortisol, yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya, tubuh jadi rentan terhadap berbagai serangan penyakit.<\/p>\n<h2 id=\"tips-saling-memaafkan-dengan-orang-lain\" class=\"chakra-text css-eaeo5s\" style=\"text-align: justify;\"><strong>Tips saling memaafkan dengan orang lain<\/strong><\/h2>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terkadang, seseorang menganggap saling memaafkan adalah tradisi Lebaran belaka tanpa benar-benar meresapinya. Akibatnya, masih ada perasaan marah yang tertinggal.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Memaafkan berarti menawarkan kebaikan dan empati kepada orang yang berbuat salah kepada Anda.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah beberapa tips untuk lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Merefleksikan dan memikirkan kembali<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Cobalah refleksikan kembali kejadian tersebut. Pikirkan ulang, apakah Anda akan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisinya?<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Ingat kembali cara Anda bereaksi terhadap perbuatan orang yang bersalah kepada Anda.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Berempati<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tanamkan empati terhadap orang yang berbuat kesalahan kepada Anda. Cobalah untuk melihat masalah dari sudut pandang yang ia miliki, beserta latar belakang, dan pengalaman yang pernah dialaminya.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Menenangkan diri<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kemarahan yang muncul membuat Anda emosional. Itu sebabnya, untuk dapat memaafkan kesalahan orang lain, Anda perlu\u00a0menenangkan diri.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Terdapat beberapa cara menenangkan diri, seperti\u00a0menulis jurnal, berdoa, meditasi, atau bahkan bercerita kepada orang lain.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Namun, jika Anda memutuskan bercerita kepada orang lain, pastikan mereka dapat memberikan opini yang netral, yang tidak membangkitkan amarah Anda. Carilah mereka yang bijak.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Anda juga bisa berkonsultasi dengan tenaga medis, seperti psikolog, jika memang itu yang dibutuhkan.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Jangan berekspektasi<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Kesalahan yang dibuat oleh orang lain ataupun kita bisa jadi merusak hubungan yang telah terjalin. Beberapa dari mereka menganggap bahwa memaafkan bisa mendatangkan manfaat baik untuk hubungan.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Sayangnya, tidak demikian. Memaafkan, ataupun meminta maaf kepada orang lain, tidak menjamin hubungan akan kembali seperti semula. Terlebih, jika pihak lainnya menolak untuk berkomunikasi.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Tidak berekspektasi menjadi jalan untuk \u201cmelindungi\u201d diri dari rasa sakit yang muncul jika yang kita harapkan tak terjadi.\u00a0Namun, tak perlu berkecil hati. Hal yang perlu Anda ingat, memaafkan dan\u00a0meminta maaf\u00a0adalah tentang berdamai dengan diri sendiri.<\/p>\n<h3 class=\"chakra-text css-lw5juy\" style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Berdamai dengan diri sendiri<\/strong><\/h3>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Memaafkan kesalahan orang lain juga berarti memaafkan diri sendiri. Kesalahan yang dilakukan orang lain tidak membuat diri Anda menjadi tidak bernilai.<\/p>\n<p class=\"chakra-text css-eq7bd3\" style=\"text-align: justify;\">Pahami bahwa setiap orang memiliki ketidaksempurnaan dalam hidupnya dan tak ada yang salah dengan itu. Ketimbang terus menyesalinya, Anda bisa membuat daftar hikmah yang bisa diambil dan mempraktikkannya di masa mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak manfaat saling memaafkan. Mulai dari menurunkan risiko serangan jantung hingga membuat pikiran jadi tenang. Cari tahu tips saling memaafkan! Aktivitas saling memaafkan selalu identik dengan lebaran. Namun, seharusnya Anda melakukan itu kapan pun dan dengan siapa pun. Pasalnya, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-3184","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3185,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3184\/revisions\/3185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}