{"id":8040,"date":"2025-01-31T15:49:48","date_gmt":"2025-01-31T08:49:48","guid":{"rendered":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/?p=8040"},"modified":"2025-04-17T14:47:42","modified_gmt":"2025-04-17T07:47:42","slug":"uma-raih-peringkat-23-perguruan-terbaik-se-indonesia-versi-webometric-edisi-januari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/2025\/01\/31\/uma-raih-peringkat-23-perguruan-terbaik-se-indonesia-versi-webometric-edisi-januari-2025\/","title":{"rendered":"UMA Raih Peringkat 23 Perguruan Terbaik Se-Indonesia Versi Webometric Edisi Januari 2025"},"content":{"rendered":"<p>Universitas Medan Area (UMA) terus melesat\u00a0dalam\u00a0peningkatan peringkat\u00a0<strong>Webometrics Ranking of World Universities<\/strong>\u00a0edisi Januari 2025. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen UMA dalam meningkatkan kualitas akademik, visibilitas digital, serta kontribusi ilmiah di tingkat nasional dan dunia.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemeringkatan terbaru, UMA berhasil meraih posisi\u00a0di tingkat nasional dan dunia, mengungguli sejumlah perguruan tinggi terkemuka lainnya. Rektor UMA,\u00a0<strong>Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc.<\/strong>, mengungkapkan bahwa capaian ini menjadi motivasi besar bagi sivitas akademika untuk terus berkarya dan berinovasi. \u201cPeningkatan peringkat ini adalah hasil kerja keras bersama, terutama dalam memperkuat publikasi ilmiah dan optimalisasi website institusi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan\u00a0<\/strong>Dr. Ir. Rahmad Syah, M.Kom Asean, Eng, APEC, Eng, menambahkan bahwa pemeringkatan Webometrics tidak hanya mengukur struktur website perguruan tinggi tetapi juga kualitas dan jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen serta reputasi sitasi global. \u201cMetode pemeringkatan terbaru menekankan kombinasi indikator\u00a0<strong>webometric dan bibliometric<\/strong>, sehingga menunjukkan daya saing akademik secara lebih komprehensif,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu,\u00a0<strong>Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan<\/strong>, menegaskan bahwa UMA akan terus berkomitmen untuk meningkatkan visibilitas akademik di tingkat global melalui berbagai strategi digital dan kolaborasi penelitian. \u201cKami ingin UMA semakin dikenal sebagai pusat keunggulan akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional,\u201d katanya.<\/p>\n<h3><strong>Metodologi Pemeringkatan Webometrics<\/strong><\/h3>\n<p>Pemeringkatan Webometrics disusun oleh\u00a0<strong>Cybermetrics Lab, Spanyol<\/strong>, dan diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni setiap bulan Januari dan Juli. Sistem ini mengukur kinerja akademik perguruan tinggi berdasarkan\u00a0<strong>kehadiran digital, jumlah publikasi ilmiah, sitasi, serta dampaknya dalam komunitas akademik global<\/strong>.<\/p>\n<p>Menurut\u00a0<strong>Kepala Pusat Data Aplikasi dan Informasi<\/strong>,\u00a0peringkat ini bertujuan untuk mendorong keterbukaan akses terhadap ilmu pengetahuan yang dihasilkan universitas di seluruh dunia. Dalam edisi Januari 2025, pemeringkatan mencakup\u00a0<strong>hampir 32.000 institusi pendidikan tinggi<\/strong>\u00a0dengan data yang dikumpulkan dari sumber terpercaya seperti\u00a0<strong>Majestic, Google Scholar, dan Scimago-Scopus<\/strong>.<\/p>\n<p>Sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMA melihat pemeringkatan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya peningkatan mutu akademik dan riset. Capaian ini diharapkan semakin memperkuat posisi UMA dalam peta pendidikan tinggi global serta mendorong peningkatan inovasi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Medan Area (UMA) terus melesat\u00a0dalam\u00a0peningkatan peringkat\u00a0Webometrics Ranking of World Universities\u00a0edisi Januari 2025. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen UMA dalam meningkatkan kualitas akademik, visibilitas digital, serta kontribusi ilmiah di tingkat nasional dan dunia. Berdasarkan pemeringkatan terbaru, UMA berhasil meraih posisi\u00a0di tingkat &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":8041,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,4],"tags":[],"class_list":["post-8040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-slider"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8040"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8042,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8040\/revisions\/8042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pji.uma.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}