• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
    • Tugas Pokok dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
  • BERITA KEGIATAN
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Layanan Aplikasi
      • Webmail Sign In
      • Penjaminan Mutu UMA
      • Himpunan Aplikasi Online
      • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
      • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
      • Repository UMA
      • Open Access Public Catalog
    • ARSIP digital
      • Daftar Nama Sitasi Dosen
  • Help Desk
  • Artikel
Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Medan Area - Pusat Jurnal Ilmiah Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
      • Tugas Pokok dan Fungsi
      • Struktur Organisasi
    • BERITA KEGIATAN
    • LAYANAN DAN INFORMASI
      • Layanan Aplikasi
        • Webmail Sign In
        • Penjaminan Mutu UMA
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
        • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
        • Repository UMA
        • Open Access Public Catalog
      • ARSIP digital
        • Daftar Nama Sitasi Dosen
    • Help Desk
    • Artikel

    News

    • Home
    • Blog
    • News
    • 7 hal yang harus dilakukan sekolah agar tetap Modern dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan diterima oleh masyarakat.

    7 hal yang harus dilakukan sekolah agar tetap Modern dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan diterima oleh masyarakat.

    • Date April 18, 2022

    Sekolah pada masa kini terlebih lagi saat pandemi, menjadi sangat berbeda dengan sekolah pada masa sebelum pandemi. Kondisi pandemi saat ini tidak bisa dihindari dan dibarengi dengan revolusi teknologi yang berkembang pesat. Proses pendidikan mau tidak mau harus ikut bertransformasi, dan sekolah sebagai satuan pendidikan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.

    Nyatanya satuan pendidikan saat ini bukan hanya sekolah, tapi lembaga lembaga lain seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pendidikan Anaka Usia Dini (PAUD), dan lembaga kursus Pelatihan (LKP) juga menjadi bagian dari satuan pendidikan yang ada di masing-masing wilayah. lembaga-lembaga tersebut juga berhak disebut sekolah, dan merupakan bagian dari proses pendidikan nasional. Sehingga sangat perlu juga melakukan transformasi dalam proses kegiatan belajar mengajarnya.

    Berikut adalah 7 hal yang harus dilakukan sekolah agar tetap ‘kekinian’ dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan diterima oleh masyarakat.

    1. Mata pelajaran harus seperti menu makanan.

    Belajar harus diubah mindsetnya dari sebuah kewajiban, menjadi bentuk kebutuhan dasar manusia. Sehingga siswa sadar, bahwa belajar adalah kebutuhan dasarnya, sebagaimana makan dan minum menjadi kebutuhan sehari-harinya. Jika diibaratkan sekolah adalah restoran, maka mata pelajaran adalah menu makanan. Dalam hal ini siswa diberi kebebasan dalam memilih menu makanan yang paling mereka suka namun tetap harus mencicipi semua menu yg disajikan tanpa paksaan. Kuncinya adalah semakin menarik dan unik menu itu disajikan, maka semakin lahap para siswa menyantapnya.

    2. Kurikulum sekolah harus dibuat berdasarkan kebutuhan siswa bukan hanya kebutuhan sekolah.

    Sekolah saat ini banyak dilaksanakan dengan metode daring, peraturan dan regulasi yang digunakan harus lebih fleksibel, terutama dalam menerapkan proses belajar, prosesnya harus lebih lentur namun tetap berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Saat inilah waktu yang tepat dalam melatih tanggung jawab siswa dengan memberikan kepercayaan dan kebebasan dalam menjalankan proses belajar di rumah. Tentu saja dengan pendekatan yang tepat dan komunikasi yang baik.

    3. Jadwal harus lebih fleksibel.

    Saat pandemi ini sikap yang perlu dilatih adalah disiplin dan tanggung jawab. Melatih disiplin dan tanggung jawab bukan melulu tentang mengerjakan soal dan mengumpulkannya tepat waktu. Kemauan siswa untuk tetap belajar dan menyelesaikan materi-materi yang diberikan secara mandiri juga sudah menjadi bagian dari tanggung jawab itu. Jangan terlalu banyak memberi tugas, soal-soal atau PR yang nantinya hanya demi mengejar nilai atau angka-angka untuk di tulis di rapor. Berikan siswa proyek belajar yang bisa merangkum semua kompetensi yang dicapai (tematik), tumbuhkan terus minta dan antusias dalam mengerjakan proyek tersebut. Beri pujian atas usahanya dalam mengerjakan proyek tersebut, dan lebih fleksibel lagi dalam menetapkan jadwal proyek-proyek tersebut.

    4. Saatnya guru menjadi coach.

    Saat ini fungsi guru bukan hanya sebagai pengajar dan pendidik. Guru harus lebih peranan sebagai coach. Guru harus bisa melatih kebiasaan- kebiasaan baik siswa, melatih disipilin dan tanggung jawab siswa dengan benar. Seperti halnya seorang coach, guru harus mengenal setiap kemampuan siswa, melihat siswa dengan kacamata yang berbeda bukan hanya berdasarkan nilai yang dicapai namun berdasarkan arah minat dan bakat yang dimiliki siswa. Guru senantiasa selalu membakar semangat siswa dalam belajar dan berkarya di rumah. Guru harus mampu melatih siswa belajar lebih efisien sekaligus produktif dalam berkarya.

    5. Fokus pada minat dan bakat.

    Skill dan passion adalah dua hal yang bisa menjadi leverage dalam belajar. Itulah daya ungkit dan akselerasi yang tepat bagi siswa dalam belajar. Dengan melenturkan proses, artinya siswa boleh belajar sebanyak banyaknya apa yang mereka sukai dan mengurangi materi apa yang tidak disukai. Dengan kondisi tersebut tentunya skill akan bertumbuh sesuai passionnya. Tanamkan dalam diri bahwa belajar bukan skedar tentang mendapatkan nilai-nilai bagus, tapi menajamkan arah minat dan bakat yang dimiliki. Dengan begitu guru bisa mentriger pembentukan mental jadi diri siswa yang mandiri dan melahirkan siswa yang lebih terampil dan sungguh sungguh dalam mengejar cita-cita dan impiannya.

    6. Sekolah bukan karena ijazah, tapi membentuk akhlak.

    Saat ini ijazah dan nilai nilai bagus di semua mata pelajaran, bukan lagi menjadi ukuran kompetensi yang sering diharapkan oleh banyak orang tua. Tapi pembentukan dan pelatihan kebiasaan kebiasan baiklah (baca:akhlaq) itulah yang menjadi fokus dari ketercapaian proses pendidikan di sekolah. Karena dalam kurikulum 2013 pun bukan hanya menekankan pada kompetensi pengetahuan, namun menekankan kompetensi keterampilan dan kompetensi sikap dan spritual yang semuanya terangkum dalam masuk dalam kompetensi inti. Jadi para guru harus merubah mindset terlebih dahulu dalam menilai siswa. Siswa terbaik bukan hanya dilihat dari nilai nilai yang diperoleh, namun dari keterampilan dan sikap yang ditunjukan.

    7. Belajar dari ahlinya.

    Learning from di expert. Belajar buka hanya tentang mengetahui materi tertentu dan menghafal materi-materi tersebut. Namun tentang bagaimana merasakan, mencoba , meniru, meresapi, merespon, menekuni, dan melakukan kesalahan-kesalahan dari hal hal dipelajari. Banyak salah berarti banyak belajar, itulah yang dilakukan oleh para ahli pada awalnya. Proses tersebut hanya dapat dirasakan dari ketekunan (baca : Grit), itulah sensasi dari belajar yang sebenarnya harus dirasakan oleh para siswa. Bukan berupa paksaan untuk sekedar mempelajari materi-materi tertentu dan mengerjakan soal-soal yang diberikan. Namun ledakan antuasias dengan memberikan banyak inspirasi, mengapa siswa harus belajar materi-materi yang disampaikan tersebut.

    Jika 7 hal tersebut bisa dilaksanakan dan diresapi peranannya oleh setiap satuan pendidikan, baik sekolah, PKBM, PAUD atau LKP. Maka kompetensi yang diharapkan dalam penerapan Kurikulum K13 akan benar-benarakan tercapai, serta Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Menuju Indonesia Unggul tahun 2030 bisa terwujud.

    • Share:

    Artikel Sebelumnya

    Manfaat Kopi bagi Kesehatan dan Orang yang Tidak Diperbolehkan Minum Kopi
    April 18, 2022

    Artikel Selanjutnya

    Pendidikan Berbasis Digital untuk Sumber Daya Manusia Berkualitas
    April 20, 2022

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    INSTAGRAM PJII UMA

    MEDIA KAMPUS

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    logo-lke-uma

    0811-6121-412

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 Pusat Jurnal Ilmiah Internasional | Universitas Medan Area.

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026