Manfaat Kopi bagi Kesehatan dan Orang yang Tidak Diperbolehkan Minum Kopi
Manfaat Kopi bagi Kesehatan
Ada beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh dari meminum kopi. Namun, seperti yang sudah disebutkan di atas, kamu perlu mengonsumsi kopi hitam tanpa gula dalam takaran yang dianjurkan, yakni sekitar dua cangkir per hari dengan kadar kafein yang mencapai 250 mg dan tidak lebih. Manfaat kopi itu di antaranya:
- Sebagai sumber energi serta pencegah kantuk dan lelah
- Memberi rasa alert atau waspada
- Meningkatkan fungsi otak dan metabolisme tubuh
- Menurunkan kadar kolesterol
- Menyembuhkan penyakit gula
- Mencegah hipotensi atau tekanan darah rendah
- Terapi nyeri kepala
Kopi juga berguna bagi peningkatan latihan fisik. Hal tersebut didasarkan pada sifat stimulan pada kafein yang meningkatkan sistem saraf simpatis. Saraf ini adalah respon tubuh seperti saat kita sedang berada dalam situasi “melawan atau kabur” yang menyebabkan kewaspadaan tinggi dengan efek berdebar-debar, pupil melebar, dan tensi naik.
Karena itu pula, waktu terbaik untuk minum kopi adalah sebelum olahraga. “Tunggu efeknya bereaksi dulu ya. Biasanya setengah sampai satu jam sebelum olahraga boleh, dianjurkan malah katanya,” tambah dr. Nadine. “Dan juga efeknya ini, half life-nya atau waktu paruhnya itu katanya sekitar 6 jam.jadi bertahannya ya segitu.”
Itulah baik dan buruknya minum kopi bagi kesehatan kita. Kafein dalam kopi memiliki pengaruh besar terhadap cara kita mengonsumsi kopi. Karenanya, kita perlu tahu cara kerja zat kopi tersebut agar kita dapat memanfaatkannya sekaligus menghindari bahayanya.
Orang yang Tidak Diperbolehkan Minum Kopi dan Bahayanya
Kopi tidaklah sama dengan air putih yang bisa bebas diminum oleh siapa saja. Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang harus menghindari minum kopi karena bahaya yang mungkin ditimbulkan bagi orang tersebut. Hal ini terutama disebabkan kandungan kafein yang ada di dalamnya. Berikut beberapa kondisi yang membuat seseorang harus membatasi atau menjauhi minum kopi.
1. Anak-anak
Meski kopi itu aman dan ada manfaatnya, anak-anak ternyata tidak dianjurkan untuk meminumnya. Hal ini terkait toleransi mereka terhadap kafein yang masih rendah. Kafein juga bersifat menurunkan absorbsi atau penyerapan kalsium. Padahal, anak-anak sedang ada dalam fase membutuhkan banyak kalsium untuk pertumbuhan tulangnya, dan kafein yang mereka konsumsi malah akan mengurangi zat yang penting tersebut.
Di sisi lain, kopi yang memiliki ciri stimulan dapat mengganggu jadwal tidur anak-anak. Sedangkan, mereka memerlukan istirahat yang cukup, tidak sama seperti orang dewasa.
2. Wanita yang Sedang Hamil atau Menyusui
Sebaiknya ibu hamil, khususnya yang suka kopi, menghindari dulu atau membatasi kebiasaan minum kopi. Ia masih boleh meminumnya namun dalam penyajian setengah dari maksimal takaran kafein, sekitar 200 mg atau kurang.
Alasan ibu hamil tidak boleh sering minum kopi adalah karena berisiko pada kandungan. Akibatnya, bayi yang baru lahir bisa terkena berat badan lahir rendah (BBLR). Kelainan ini terjadi ketika bayi lahir dengan bentuk yang kecil dan berat kurang dari 2,5 kg.
Bayi yang mengidap BBLR pun dapat mengalami masalah kesehatan. Ia bisa rentan terhadap berbagai penyakit dan hipotermia karena kurangnya lemak yang berfungsi mencegah kehilangan panas tubuh (heat loss). Bayi yang menderita kelainan ini pun perlu dirawat ke inkubator atau neonatal intensive care unit (NICU).
3. Sedang dalam Konsumsi Obat atau Mengidap Penyakit Tertentu
Orang yang mengidap penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan glaukoma, perlu menghindari aktivitas minum kopi. Sebab, kafein di dalam kopi bisa merangsang kerja organ tubuh agar bekerja lebih keras dan membuat penyakit jadi semakin serius.
Orang dengan riwayat penyakit maag juga perlu memerhatikan bahaya minum kopi, khususnya sebelum makan atau saat perut sedang kosong. Karena, minuman ini bersifat asam sehingga dapat menaikkan asam lambung.
Selain itu, Mengkonsumsi kopi juga perlu dijauhi pada orang-orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan karena suatu kondisi kesehatan. Kopi itu bisa berinteraksi dengan obat dan bisa kerjanya antagonis atau melawan kerja obatnya. Jadi, nanti kalau teman-teman minum obat dan minum kopi itu efeknya itu jadi bertolak belakang gitu ya. Jadi, efek obatnya terhambat.
Jenis obat yang bereaksi dengan kopi ada bermacam-macam. Namun, dr. Nadine menambahkan, “Tapi yang biasanya yang terpengaruh banget oleh kopi itu adalah obat anti-anxiety.” Oleh karena itu, bagi orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter akan pengaruh kopi terhadap obat yang dikonsumsinya.
Pada akhirnya, efek yang ditimbulkan kopi terhadap masing-masing orang sangatlah berbeda. Ada yang bisa meminum lebih dari dua cangkir namun belum merasakan efeknya dan ada yang sebaliknya. Meski begitu, bila kamu sudah merasakan hal yang tidak mengenakkan seperti jantung berdebar hebat setelah minum kopi, segera hentikan konsumsi kopimu. Semoga Bermanfaat

