• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
    • Tugas Pokok dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
  • BERITA KEGIATAN
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Layanan Aplikasi
      • Webmail Sign In
      • Penjaminan Mutu UMA
      • Himpunan Aplikasi Online
      • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
      • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
      • Repository UMA
      • Open Access Public Catalog
    • ARSIP digital
      • Daftar Nama Sitasi Dosen
  • Help Desk
  • Artikel
Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Medan Area - Pusat Jurnal Ilmiah Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
      • Tugas Pokok dan Fungsi
      • Struktur Organisasi
    • BERITA KEGIATAN
    • LAYANAN DAN INFORMASI
      • Layanan Aplikasi
        • Webmail Sign In
        • Penjaminan Mutu UMA
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
        • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
        • Repository UMA
        • Open Access Public Catalog
      • ARSIP digital
        • Daftar Nama Sitasi Dosen
    • Help Desk
    • Artikel

    News

    • Home
    • Blog
    • News
    • Apa itu Playing Victim? dan Cara Menghadapi Orang yang Playing Victim!!!

    Apa itu Playing Victim? dan Cara Menghadapi Orang yang Playing Victim!!!

    • Date May 11, 2022

    Apa itu playing victim? Victim mentality atau playing victim adalah kondisi ketika seseorang melemparkan kesalahan yang telah diperbuatnya ke orang lain untuk bertanggung jawab. Tidak berhenti sampai di situ, pelaku bahkan memosisikan diri sebagai korban karena merasa tidak mendapatkan keadilan. Lantas, faktor apa saja yang jadi pemicunya?

    Penyebab orang melakukan playing victim

    Ada berbagai macam faktor yang menjadi pemicu seseorang sengaja melakukan playing victim. Tindakan ini dapat saja dilakukan untuk meraih tujuan tertentu hingga muncul sebagai dampak dari trauma di masa lalu.

    Sejumlah faktor yang menjadi penyebab playing victim adalah sebagai berikut:

    1. Trauma di masa lalu

    Peristiwa masa lalu yang menyisakan trauma bisa menyebabkan munculnya perilaku playing victim. Meskipun begitu, tidak semua orang yang mengalami trauma akan mengembangkan perilaku ini. Rasa sakit atas masalah secara emosional dapat membuat orang menjadi tidak berdaya dan memilih untuk menyerah dengan keadaan.

    2. Pernah menjadi korban pengkhianatan

    Victim mentality bisa saja muncul saat Anda menjadi korban pengkhianatan, terlebih apabila dilakukan secara berulang. Kondisi tersebut dapat membuat diri Anda merasa seperti korban serta kehilangan rasa percaya kepada orang lain. Untuk mengusut perilaku tersebut, Anda perlu mencari tahu riwayat orang yang bermain sebagai korban tersebut.

    3. Ketergantungan

    Perilaku playing victim bisa berkembang saat Anda mengalami ketergantungan dalam suatu hubungan. Orang yang ketergantungan umumnya rela mengorbankan tujuan mereka untuk pasangan. Kondisi ini dapat memicu perasaan kesal dan frustasi karena merasa tak pernah mendapat apa yang dibutuhkan, tanpa mengakui bahwa diri sendiri ikut andil peran di dalam situasi tersebut.

    4. Bentuk manipulasi

    Beberapa orang sengaja melakukan playing victim untuk memanipulasi orang lain. Tujuannya sendiri beragam, seperti membuat orang lain merasa bersalah, menarik simpati, atau hal lain seperti apa yang diinginkan. Selain itu, mereka juga bermaksud untuk menghindar dari tanggung jawab.

    5. Mencari keuntungan dengan menjadi korban

    Victim mentality bisa saja muncul saat Anda merasa nyaman dengan keuntungan yang didapat dengan menjadi korban. Beberapa keuntungan yang mungkin bisa diperoleh dari memosisikan diri sebagai korban antara lain:

    • Bisa memainkan drama
    • Dapat terhindar dari kemarahan
    • Orang lain merasa terdorong untuk memberi bantuan
    • Tidak perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan

    Ciri playing victim

    Orang-orang yang gemar melakukan playing victim dalam hubungan, baik personal maupun profesional, umumnya mempunyai pola perilaku sama. Inti dari tindakan yang dilakukan adalah memosisikan diri sebagai korban demi mendapatkan tujuan tertentu. Berikut ini beberapa tindakan yang bisa menjadi pertanda seseorang memiliki victim mentality:

    • Lebih fokus kepada masalah ketimbang solusi
    • Bersikap pesimis dalam memecahkan masalah
    • Bersikap argumentatif untuk melawan rasa frustrasi yang dirasakan
    • Menganggap kritik yang positif sebagai bentuk penindasan atau pelecehan
    • Menyalahkan orang lain ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik
    • Berasumsi bahwa orang lain lebih mudah mencapai kesuksesan dibanding dirinya
    • Meyakini diri sebagai target kesalahan ketika hal buruk terjadi, padahal kenyataannya tidak

    Cara menghadapi orang yang playing victim

    Berhadapan dengan orang yang sedang melakukan playing victim dapat menjadi tantangan tersendiri. Meskipun pelaku gemar menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri, beberapa dari mereka mungkin melakukan tindakan itu karena tengah menghadapi peristiwa hidup yang sulit atau menyakitkan.

    Sejumlah tips yang dapat Anda terapkan untuk menghadapi orang dengan victim mentality, di antaranya:

    1. Hindari labeling

    Ketika menghadapi pelaku playing victim, hindari melakukan labeling dengan mengatakan bahwa mereka bertindak seperti korban. Sebaliknya, utarakan tindakan-tindakan yang dilakukan pelaku, misalnya mengeluh, mengalihkan kesalahan, dan tidak menjalankan tugas sesuai arahan, supaya ia mengetahui penyebab serta dapat mencari solusinya.

    2. Terapkan batasan

    Jika Anda tidak ingin menjadi korban playing victim, terapkan batasan dengan pelaku. Meskipun begitu, Anda tidak perlu memutus komunikasi dengannya. Anda tetap dapat saling berkomunikasi, namun di saat-saat penting saja.

    3. Cari tahu alasan mereka melakukannya

    Pada beberapa kasus, victim mentality dapat saja muncul ketika seseorang mengalami kondisi-kondisi seperti keputusasaan, kurang percaya diri, rendah diri, hingga berjuang mengatasi depresi. Setelah mengetahui alasannya, Anda bisa menawarkan dukungan atau bantuan ke pelaku untuk menghilangkan perilaku buruk tersebut.

    • Share:

    Artikel Sebelumnya

    Macam Tanaman Hias Beserta Contoh dan Penjelasannya
    May 11, 2022

    Artikel Selanjutnya

    Manfaat Sayur Sop untuk Jaga Kesehatan Tubuh
    May 12, 2022

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    INSTAGRAM PJII UMA

    MEDIA KAMPUS

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    logo-lke-uma

    0811-6121-412

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 Pusat Jurnal Ilmiah Internasional | Universitas Medan Area.

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026