Cara menyimpan beras agar tidak berkutu
Beras termasuk bahan pangan yang cukup tahan lama. Namun, demi menjaga kualitasnya, pastikan menerapkan cara agar beras tidak berkutu. Dimulai dari tempat penyimpanannya.
Mengingat nasi putih masih menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia, wajib rasanya tahu bagaimana cara menyimpan beras bebas kutu. Memang, beras termasuk bahan pangan yang cukup tahan lama. Namun, demi menjaga kualitasnya, pastikan menerapkan cara agar beras tidak berkutu.
Sebenarnya cara menyimpan beras agar tidak berkutu cukup sederhana. Namun, bukan berarti Anda bisa hanya menyimpan beras dalam plastik dan memasukkannya ke dalam lemari begitu saja.
Mulai dari memilih tempat penyimpanan yang tepat, suhu, kebersihan, dan segala aspek lainnya. Sebab ketika beras sudah terkena kutu, sebaiknya tidak lagi diolah.
Berikut detail yang perlu diupayakan sebagai cara agar beras tidak berkutu:
1. Siapkan tempatnya
Dengan kemasan yang tepat, beras bisa bertahan hingga satu sampai dua tahun. Namun, tentu saja kualitasnya akan menurun jika terlalu lama disimpan.
Cara menyimpan beras bebas kutu yang pertama adalah siapkan kontainer atau tempatnya. Cuci dan keringkan terlebih dahulu agar benar-benar bersih dari debu atau residu lainnya.
Ketika mengeringkan kontainer, pastikan benar-benar kering sempurna. Sebab, beras bisa menyerap kelembapan. Ketika beras lembap, maka bisa jadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur.
2. Tuangkan beras
Setelah kontainer siap, tuangkan beras dari kemasannya. Tambahkan beberapa kantung penyerap oksigen untuk membuat beras bisa bertahan lebih lama. Namun jika beras akan selalu digunakan dan biasanya habis dalam waktu beberapa pekan, kantung penyerap oksigen ini tidak diperlukan.
Biasanya, rekomendasi penggunaan kantung penyerap oksigen adalah ketika Anda berencana menyimpan beras lebih dari tiga bulan tanpa dimasak.
3. Cara menyimpan
Sesuaikan cara menyimpan ini dengan kebiasaan memasak Anda. Apabila kontainer beras akan selalu diakses setiap hariya, simpan di lemari atau meja dekat dapur. Pastikan area penyimpanannya kering dan sejuk. Temperatur panas dan lembap akan membuat kontainer menjadi lembap dan merusak kualitas beras.
Sementara jika penyimpanan akan dilakukan hingga waktu lama, simpan di kontainer food-grade. Ini bisa menjaga kualitas beras hingga berbulan-bulan lamanya. Kutu pun tidak akan mudah masuk karena kemasannya yang tebal dan kokoh.
Selain itu, basement atau loteng juga bisa jadi tempat penyimpanan beras dalam jangka panjang. Hanya saja, pastikan tempatnya sejuk dan kering. Jika jumlahnya tidak banyak, beras juga bisa disimpan di kulkas atau freezer.
4. Ketika akan digunakan
Saat akan menggunakan beras, ambil sesuai kebutuhan. Kemudian, periksa apakah ada tanda-tanda kutu atau hewan lainnya. Sebab, kemungkinan ini tetap ada meski sudah mengupayakan tempat penyimpanan terbaik sekalipun.
Telur serangga yang berukuran sangat kecil akan sangat sulit terdeteksi. Apabila ada waktu, bisa juga simpan beras di freezer selama satu pekan untuk membunuh hewan atau telur yang mungkin ada di dalamnya.
Apabila menemukan kutu beras di kontainer tempat menyimpan beras, sebaiknya buang dan jangan mengolahnya. Kemudian, cuci bersih kontainer dan pastikan benar-benar kering.
Kontainer dengan bahan kaca, metal, atau plastik tebal akan jauh lebih aman dari serangan kutu.

