Apakah Diabetes Melitus Bisa Diturunkan dari Genetik?
Diabetes Melitus (DM) atau yang akrab dikenal sebagai penyakit gula adalah penyakit kronis yang menyebabkan gangguan pada proses pengolahan gula darah menjadi energi.
DM ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah atau dikenal dengan istilah hiperglikemia. Bila tidak ditangani sedini mungkin, hiperglikemia dapat merusak organ seperti jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan serabut saraf. Ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit gula, salah satunya adalah faktor genetik atau keturunan. Tapi benarkah demikian?
Benarkah genetik memengaruhi kondisi diabetes?
Sebelum mengetahui apakah diabetes disebabkan oleh faktor keturunan, ada baiknya mengetahui jenis-jenis diabetes yang dapat terjadi pada seseorang.
Diabetes terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu tipe 1, tipe 2, serta diabetes tipe lain seperti Gestational Diabetes Mellitus (GDM), Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY), dan beberapa jenis lainnya. Diabetes yang paling umum terjadi di masyarakat adalah diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1
DM tipe 1 merupakan penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan insulin. Hal ini bisa terjadi karena seseorang memiliki kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan dari sel pankreas, organ yang memproduksi insulin.
Insulin sendiri merupakan hormon alami tubuh yang berperan menjaga kadar gula darah tetap normal. Saat pankreas rusak maka tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menjaga kadar gula di dalam darah tetap normal.
Oleh karena itu, faktor genetik sangat besar pengaruhnya dalam menyebabkan diabetes tipe 1.
Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin dengan normal. Diabetes jenis ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Diabetes melitus tipe 2 sebelumnya lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun sekarang penyakit ini juga kerap ditemukan pada anak-anak akibat kegemukan.
Jika dibandingkan dengan diabetes tipe 1, penyebab diabetes tipe 2 lebih beragam. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2 adalah:
- Gaya hidup yang jarang bergerak (sedentary)
- Pola makan yang tidak sehat (sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula)
- Memiliki kondisi kolesterol tinggi dan hipertensi
- Gangguan pada pankreas
- Mengonsumsi alkohol
- Stres
- Gangguan tidur
- Menderita diabetes saat kehamilan
Selain itu faktor genetik atau keturunan bisa memengaruhi terjadinya diabetes tipe 2. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2 maka ia akan memiliki risiko lebih besar mengalaminya juga. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Cara mencegah diabetes melitus
Pencegahan DM terdiri dari beberapa sisi, yaitu pengaturan pola makan dan aktivitas fisik.
1. Menjaga pola makan
Agar mencegah diabetes pola makan yang dianjurkan adalah cukup kalori, memiliki rasio atau perbandingan yang seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak, serta menghindari makanan-makanan tinggi kalori seperti makanan cepat saji.
2. Olahraga
Aktivitas fisik yang dianjurkan untuk mencegah diabetes adalah olahraga dengan tingkat intensitas ringan-sedang (lari pagi, bersepeda, berenang, dan sebagainya) paling sedikit 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Di samping kedua hal tersebut, pastikan evaluasi pola makan dan aktivitas fisik melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) guna menghindari obesitas.
Penanganan diabetes
Untuk menangani diabetes, menjaga pola makan yang sehat serta berolahraga adalah hal yang wajib dilakukan. Di samping itu dokter dapat memberikan pengobatan yang membantu menjaga kadar gula darah. Pastikan juga untuk rutin memeriksa kadar gula darah Anda dan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini akan membantu memantau kadar gula Anda tetap normal.
Bila mengalami gejala diabetes, segeralah berkonsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan cepat. Berikut beberapa gejalanya:
- Pandangan kabur
- Sering nyeri dada (indikasi penyumbatan pada pembuluh darah)
- Kesemutan atau baal di tangan atau kaki
- Lemas dan lelah
- Cepat haus
- Cepat lapar
- Sering buang air kecil
- Penurunan berat badan yang tidak disebabkan oleh penyakit lain atau diet
- Luka yang sulit sembuh
- Sering mengalami infeksi jamur
- Sakit kepala
Sampai saat ini, diabetes belum dapat disembuhkan. Hanya saja, kondisi ini dapat dikendalikan lewat menjaga pola hidup yang sehat. Oleh karena itu, pencegahan terhadap diabetes menjadi hal yang penting.

