Tips Work From Home (WFH) agar Tak Bosan Bekerja dari Rumah
Work from home atau WFHadalah kegiatan bekerja online dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona selama pandemi Covid-19. Agar tetap semangat saat tidak bekerja di kantor, Anda perlu memerhatikan beberapa hal, salah satunya mengelola distraksi.
Perusahaan kini berbondong-bondong memerintahkan karyawannya untuk WFH atau work from home. WFH adalah melakukan pekerjaan secara remote working di rumah, untuk mencegah adanya penyebaran virus corona atau Covid-19. Bukan 1-2 hari, WFH bisa berlangsung berminggu-minggu, sampai pandemik virus corona dapat diatasi.
Bekerja dari rumah bisa sangat menantang, terutama bagi millennials dan karyawan yang belum pernah punya pengalaman membawa pulang pekerjaan kantornya. Itulah sebabnya, ada beberapa tips kerja online dari rumah untuk millennials supaya tetap produktif dalam bekerja, sehingga atasan tetap puas dengan hasil pencapaian Anda.
Tips WFH di tengah pandemi corona
Presiden Joko Widodo sudah menyatakan bahwa kerja dari rumah sangat perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap risiko meluasnya penyebaran virus corona. Maka dari itu, kenali beberapa tips work from home untuk membuat Anda tidak mudah bosan saat bekerja dari rumah:
1. Menjaga komunikasi antar kolega dan atasan
Menurut seorang profesor dari Northeastern University, Amerika Serikat, harus ada peraturan jelas mengenai komunikasi antar kolega dan atasan. Komunikasi adalah faktor penting saat kerja dari rumah. Tanpa adanya komunikasi yang baik, pekerjaan Anda bisa terhambat, bahkan tak mencapai target. Mintalah atasan untuk menjabarkan target yang harus dicapai, selama periode WFH berlangsung.
Selain itu, komunikasi bisa mencegah datangnya perasaan kesepian yang melanda karyawan di rumah. Sebuah penelitian yang mengikutsertakan 2.500 karyawan, membuktikan bahwa kesepian bisa membuat mereka tidak termotivasi dan susah produktif saat melakukan pekerjaan dari rumah.
2. Menjaga penampilan dan kebersihan tubuh
Meski pekerjaan boleh dilakukan dari rumah, bukan berarti kebersihan tubuh dan penampilan bisa diabaikan. Secara psikologis, agar semangat kerja di rumah, membersihkan tubuh dan menjaga penampilan bisa membuat mental Anda siap untuk bekerja.
Terutama jika atasan meminta Anda untuk siap siaga di depan laptop, jikalau ada pertemuan penting yang mengharuskan Anda bertatap muka lewat telekonferensi atau video call. Selain itu, dengan menjaga kebersihan tubuh, Anda bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.
3. Tidak memaksakan tubuh dan pikiran
Di kantor, jam kerja sudah terstruktur; mulai dari jam produktif kerja, waktu istirahat, hingga saatnya pulang dari kantor. Kalau kerja dari rumah, jam kerja Anda mungkin jadi runyam. Alih-alih ingin produktif, Anda malah memaksakan diri dengan bekerja tanpa batas waktu.
Sayangilah tubuh dan pikiran Anda. Berikanlah jeda setiap 45-60 menit bekerja. Setelah merasa cukup istirahat, mulai bekerja kembali. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kemampuan Anda dalam berkonsentrasi. Dengan begitu, Anda mampu bekerja secara optimal.
Namun, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk istirahat terus-terusan. Tetaplah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan pekerjaan, sesuai yang diperintahkan atasan.
4. Mengelola distraksi
Bekerja di kantor bisa menghindari Anda dari distraksi. Bagaimana dengan work from home?
Waspadalah, bekerja di rumah bisa mendatangkan berbagai macam distraksi, termasuk mengurus anak, rebahan di kasur, hingga bersantai ria. Tidak ada salahnya bermain dengan anak ataupun bersantai ria, tapi harus tahu batasan waktu. Misalnya, bermain dengan anak sambil bersantai, di jam istirahat. Jika jam istirahat sudah selesai, kembalilah ke depan laptop dan selesaikan pekerjaan Anda.
5. Tetap bersosialisasi
Jangan menyendiri dan tenggelam dalam pekerjaan. Tetaplah menjaga komunikasi antar kolega, bahkan tetangga, meskipun sedang bekerja jarak jauh. Kesepian bisa membuat Anda tak termotivasi. Akhirnya, pekerjaan tak bisa selesai dengan maksimal.
Malah, Anda disarankan untuk tetap keluar rumah, tapi jangan terlalu jauh. Berjalan kaki di sekitar tempat tinggal bisa menjadi pilihan. Dengan begini, pikiran Anda bisa kembali segar untuk mengerjakan pekerjaan yang bisa membuat penat.
Namun, jika Anda sedang sakit, jangan keluar rumah. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya penyebaran penyakit apapun, termasuk virus corona.
6. Mengonsumsi makanan sehat
Mengonsumsi makanan sehat selama WFH bisa membantu Anda tetap bugar dan siap untuk menghadapi tantangan pekerjaan. Mengonsumsi makanan sehat ternyata juga bisa meningkatkan suasana hati Anda selama di rumah.
Tidak hanya itu, mengonsumsi makanan sehat selama WFH juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengingat. Tentunya ini bisa menguntungkan Anda di tengah banyaknya pekerjaan menumpuk yang harus dikerjakan dari rumah.
7. Tidak bekerja sambil rebahan
Work from home membuat karyawan cenderung mengerjakan tugas di kasur, sambil berleha-leha ria. Menurut seorang ahli chiropractic (terapi pengobatan tulang belakang dan otot), bekerja sambil rebahan di kasur hanya akan menimbulkan nyeri punggung dan leher.
Gunakan kursi untuk duduk, dan pastikan kepala sejajar dengan laptop di hadapan Anda. Jadi, nyeri leher dan punggung bisa dicegah.
8. Membuat jadwal
Alih-alih memiliki rencana yang kabur karena sudah merasa jenuh untuk terus bekerja di rumah, buatlah jadwal harian dan tuliskan rutinitas yang akan Anda lakukan.
Buat jadwal digital atau catat dengan pulpen dan kertas, lalu tempel di tempat yang terlihat. Tuliskan urutan tugas yang terperinci menjadi beberapa kategori untuk memudahkan kamu bekerja berdasarkan kepentingan.
9. Pandai memilih informasi
Alokasikan waktu senggang Anda saat pagi atau sore hari untuk membaca berita. Membaca berita yang akurat melalui sumber-sumber terpercaya akan membuat Anda merasa tidak ketinggalan informasi meskipun bekerja di rumah saja.
Jika Anda takut atau stres untuk membaca atau mendengarkan berita sendiri, Anda bisa menanyakannya kepada rekan Anda. Mereka akan dapat menyampaikan berita dengan lembut dan membantu Anda tetap mendapat informasi tanpa merasa stres.

