Jenis-Jenis Gangguan Jiwa pada Manusia
Gangguan jiwa pada manusia antara lain gangguan kecemasan, gangguan emosi, gangguan kepribadian, gangguan makan, hingga gangguan psikotik. Total, ada tujuh jenis gangguan jiwa yang perlu Anda kenali.
Gangguan jiwa adalah istilah umum yang merujuk pada sekelompok masalah kejiwaan. Pengelompokan ini serupa dengan sebutan gangguan jantung yang terdiri dari banyak jenis. Macam-macam gangguan jiwa yang tercantum dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) sendiri jumlahnya ada hampir 300.
Dari 300 jenis diagnosis tersebut, gangguan jiwa bisa dikelompokkan menjadi tujuh kelompok besar. Masing-masing kelompok tersebut memiliki ciri dan memerlukan penananganan yang berbeda.
Macam-macam gangguan jiwa yang bisa terjadi
Mengingat begitu banyaknya jenis gangguan jiwa, para pakar mengelompokkannya ke dalam beberapa kategori di bawah ini:
1. Gangguan mood (emosi)
Gangguan jiwa ini bisa ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan, periode bahagia dan penuh energi selama beberapa waktu, atau perubahan ekstrem dari perasaan sangat bahagia ke sangat sedih.
Beberapa contoh gangguan mood meliputi:
- Depresi
- Gangguan bipolar
- Siklotimia
- Gangguan disforik pramenstruasi
- Distimia
Data Riskedas tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Sementara terdapat lebih dari 12 juta orang Indonesia di atas 15 tahun yang diperkirakan mengalami depresi.
2. Gangguan kecemasan
Semua orang pasti pernah merasakan cemas, dan hal ini normal. Tapi pada orang dengan gangguan kecemasan, rasa cemas berlangsung konstan dan melumpuhkan fungsi sehari-hari.
Penderita akan merasa sulit berkonsentrasi dan susah tidur karenanya. Selain itu, bisa juga terjadi gejala fisik seperti detak jantung cepat dan keringat berlebihan.
Beberapa contoh gangguan kecemasan adalah sebagai berikut:
- Gangguan kecemasan umum
- Gangguan panik
- Gangguan kecemasan sosial
- Fobia
3. Gangguan kepribadian
Pada orang dengan gangguan kepribadian, mereka memiliki pola pikir, perilaku, serta emosi yang sangat tidak fleksibel sehingga merugikan dirinya sendiri. Penderita akan kesulitan untuk mengubah perilaku atau beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain pun biasanya susah.
Contoh gangguan kepribadian meliputi:
- Gangguan kepribadian antisosial
- Gangguan kepribadian ambang
- Gangguan kepribadian paranoid
- Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif
- Gangguan kepribadian narsistik
4. Gangguan psikotik
Gangguan psikotik adalah sekelompok penyakit yang membuat seseorang sulit membedakan realitas. Penderita dapat mengalami halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak nyata) dan delusi (meyakini hal-hal yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya).
Berikut beberapa contoh gangguan psikotik:
- Skizofrenia
- Gangguan skizoafektif
- Gangguan delusi
- Parafrenia
5. Gangguan makan
Gangguan makan paling banyak ditemukan pada remaja perempuan dan wanita muda. Meski demikian, laki-laki juga bisa mengalaminya. Orang dengan gangguan makan memiliki sikap yang berbeda terhadap makanan, yang membuat mereka mengalami penyimpangan dalam perilaku dan kebiasaan makan.
Contoh gangguan makan yang paling umum, antara lain:
- Binge eating disorder
- Anoreksia nervosa
- Bulimia nervosa
- Gangguan makan pica
6. Gangguan jiwa terkait trauma
Gangguan jiwa ini dapat timbul dari pengalaman traumatis. Misalnya penganiayaan, pelecehan seksual, perkosaan, bencana alam, kematian orang tercinta, dan banyak lagi. Penderita dapat memiliki ingatan kilas balik yang berkepanjangan dan mimpi buruk terkait hal-hal mengguncang yang pernah dialaminya. Contoh gangguan jiwa terkait trauma adalah post-traumatic stress disorder (PTSD)
7. Gangguan penyalahgunaan zat
Penggunaan zat-zat tertentu secara berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan gangguan penyalahgunaan zat. Contohnya, kecanduan alkohol, mariyuana, dan nikotin. Tak hanya membuat kecanduan, zat-zat ini juga bisa mengakibatkan perubahan perilaku serta masalah dalam kehidupan sehari-hari dari penderitanya.
Masih banyak perdebatan mengenai apa yang dapat disebut gangguan jiwa dan apa yang tidak. Hal ini dapat dipengaruhi oleh masyarakat dan budaya. Namun gangguan jiwa merupakan fenomena universal yang dapat terjadi pada siapa saja, tak peduli suku maupun bangsa.

