Perbedaan IQ dan EQ yang Perlu Anda Ketahui
Perbedaan IQ dan EQ terletak pada beberapa aspek. IQ adalah kemampuan seseorang dalam berpikir dan bernalar, sedangkan EQ merupakan kemampuan dalam mengontrol emosi.
Tidak banyak orang yang mengetahui tentang perbedaan IQ dan EQ. Dalam menilai kecerdasan seseorang, selama ini orang-orang kerap terpaku pada intelligent quotient alias IQ saja.
Padahal emotional quotient atau EQ juga merupakan faktor yang penting dalam mengidentifikasi kecerdasan yang dimiliki seseorang.
Kedua jenis kecerdasan ini juga sangatlah berbeda. Lantas, apa saja perbedaan di antara keduanya?
Perbedaan IQ dan EQ
Berikut adalah sejumlah perbedaan IQ dan EQ yang dapat Anda identifikasi.
1. IQ berkaitan dengan logika, EQ berkaitan dengan emosi
Bagi Anda yang belum tahu apa itu IQ, pengertian IQ adalah kemampuan seseorang dalam bernalar dan memecahkan masalah dengan menggunakan unsur-unsur matematis dan logika.
Kecerdasan intelektual ini juga mewakili kemampuan dalam pemrosesan visual dan spasial, pengetahuan tentang dunia, serta kekuatan ingatan.
Di sisi lain, pertanyaan seputar apa itu EQ mungkin lebih sering diutarakan ketimbang IQ. EQ adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi.
Kecerdasan emosional ini juga berpusat pada kemampuan, seperti mengidentifikasi emosi, mengevaluasi perasaan orang lain, mengontrol emosi sendiri, membayangkan perasaan orang lain, komunikasi sosial, dan berhubungan dengan orang lain.
2. IQ dibawa sejak lahir, EQ bisa diajarkan
Faktor genetik berperan dalam pembentukan IQ sehingga dapat dibawa sejak lahir. Namun, faktor lingkungan juga dianggap berpengaruh dan dapat dikembangkan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dalam proses akademik.
Sementara itu, EQ dapat diajarkan, diasah, atau diperkuat kapan saja, terutama sejak dini dengan memberi pendidikan karakter, memodelkan perilaku positif, mendorong untuk berpikir mengenai perasaan orang lain, dan menemukan cara untuk lebih berempati terhadap orang lain.
3. IQ pandai angka, EQ pandai mengelola emosi
Selanjutnya, perbedaan IQ dan EQ adalah di kepandaiannya. Anak yang memiliki IQ tinggi umumnya unggul dalam mengerjakan persoalan yang berkaitan dengan angka dan analisis data.
Sedangkan, anak yang memiliki EQ tinggi dapat mengelola emosinya dengan baik sehingga terhindar dari stres, kecemasan, atau depresi. Bahkan mereka mampu memahami perasaan orang lain dengan baik.
4. IQ baik akademis, EQ baik bersosialisasi
Rata-rata orang yang memiliki IQ tinggi di dalam bidang akademis cenderung memiliki nilai-nilai yang bagus dalam tes.
Sayangnya, kecerdasan akademis bukan jaminan mereka dapat bersosialisasi dan membangun hubungan kerja atau pribadi dengan baik.
Berbeda dengan orang yang ber-EQ tinggi, meski nilai akademiknya tak cukup baik namun mereka dapat bersosialisasi dengan mudah dan memecahkan persoalan-persoalan sosial.
5. IQ sukses secara individu, EQ bisa memimpin tim
Orang yang ber-IQ tinggi cenderung sukses secara individual, di mana mereka dapat menggunakan nalarnya untuk mencapai apa yang diinginkan.
Di sisi lain, orang yang ber-EQ tinggi dapat bekerja dalam tim dengan baik, bahkan dapat menjadi seorang pemimpin.
Mudah dekat dengan orang-orang di sekitarnya membuat orang yang ber-EQ tinggi cenderung dapat mencuri atensi khalayak.
6. Nilai IQ mengukur kemampuan logika, nilai EQ mengukur kemampuan mengenali emosi
Fungsi nilai IQ adalah untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bernalar dan menggunakan logika.
Sementara itu, nilai EQ digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam mengenali emosi dirinya dan orang lain.
Skor EQ rata-rata berada pada kisaran 90 – 100, sedangkan skor EQ sempurna adalah 160
7. IQ belum tentu pintar bercakap, EQ memiliki kemampuan komunikasi yang baik
Selanjutnya, perbedaan EQ dan IQ adalah kemampuan komunikasinya. Orang yang memiliki IQ tinggi belum tentu pintar bercakap.
Sebagian mungkin memiliki kemampuan public speaking, tetapi sebagian lainnya tidak berani menyampaikan ide-idenya.
Sementara itu, orang dengan EQ tinggi memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik. Kemampuan emotional quotient artinya dapat menyampaikan ide dan gagasan dengan jelas.
8. IQ kemampuan logika, EQ kemampuan emosional
IQ berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mempelajari, memahami, menerapkan pengetahuan, penalaran logis, dan pemikiran abstrak.
Sementara itu, EQ meliputi kemampuan untuk mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi diri sendiri, maupun memahami dan menilai emosi orang lain.
9. IQ berhasil di sekolah, EQ berhasil dalam hidup
Keberhasilan seseorang di sekolah bergantung pada tingkat IQ-nya, sedangkan tingkat EQ seseorang mencerminkan keberhasilannya dalam kehidupan. Namun, hal tersebut juga tentu bergantung pada faktor lainnya.
10. IQ yang tinggi dimiliki orang cerdas, EQ dimiliki seorang pemimpin
EQ yang tinggi dapat terlihat pada pemimpin, kapten, manajer, atau orang-orang yang memiliki kemampuan sosial baik.
Sementara itu, IQ yang tinggi dapat terlihat pada orang-orang dengan kecerdasan dan akal sehat yang baik.

