• BERANDA
  • TENTANG
    • Profil
    • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
    • Tugas Pokok dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
  • BERITA KEGIATAN
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Layanan Aplikasi
      • Webmail Sign In
      • Penjaminan Mutu UMA
      • Himpunan Aplikasi Online
      • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
      • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
      • Repository UMA
      • Open Access Public Catalog
    • ARSIP digital
      • Daftar Nama Sitasi Dosen
  • Help Desk
  • Artikel
Pusat Jurnal Ilmiah Universitas Medan Area - Pusat Jurnal Ilmiah Terbaik di Sumatera Utara
    • BERANDA
    • TENTANG
      • Profil
      • Visi Misi Pusat Jurnal Ilmiah Internasional
      • Tugas Pokok dan Fungsi
      • Struktur Organisasi
    • BERITA KEGIATAN
    • LAYANAN DAN INFORMASI
      • Layanan Aplikasi
        • Webmail Sign In
        • Penjaminan Mutu UMA
        • Himpunan Aplikasi Online
        • Jurnal Ilmiah Dosen UMA
        • Jurnal Ilmiah Mahasiswa UMA
        • Repository UMA
        • Open Access Public Catalog
      • ARSIP digital
        • Daftar Nama Sitasi Dosen
    • Help Desk
    • Artikel

    News

    • Home
    • Blog
    • News
    • Dampak Psikologis Kekerasan Terhadap Wanita

    Dampak Psikologis Kekerasan Terhadap Wanita

    • Date September 13, 2022

    Kekerasan terhadap perempuan bukanlah hal yang baru. Kekerasan terhadap perempuan dapat memiliki dampak psikologis yang buruk seperti trauma, reaksi fisik, keinginan bunuh diri, dan berbagai reaksi negatif lainnya.Ketika terjadi kekerasan terhadap perempuan, orang pertama yang paling terdampak adalah pihak korban. Sayangnya, kekerasan terhadap perempuan baik secara verbal, seksual, maupun fisik penyembuhannya tak semudah luka akibat cedera. Bukan hanya fisik, tapi kehidupan psikologisnya juga menjadi taruhan.

    Setiap korban kekerasan terhadap perempuan bereaksi dengan cara berbeda. Budaya, sifat, dan konteks kehidupan yang dijalaninya selama ini berpengaruh terhadap caranya bertahan dari kekerasan itu. Waktu untuk bisa pulih bagi para penyintas kekerasan terhadap perempuan juga berbeda-beda.

    Hidup orang yang pernah mengalami kekerasan terhadap perempuan tak akan lagi sama. Kekerasan sekecil apapun itu akan membekas dan menjadi bagian dari kehidupannya. Mungkin ada kekerasan yang disepelekan orang lain – terlebih hukum belum berpihak pada perempuan korban kekerasan – tapi tetap saja bukan hal remeh bagi orang yang mengalaminya.

    Meskipun perempuan yang mengalami kekerasan sudah berhasil keluar dari lingkaran negatif, jangan dikira masalah berhenti sampai di situ. Akan ada rentetan dampak kekerasan terhadap perempuan bagi penyintasnya. Apa saja yang mungkin terjadi?

    1. Reaksi emosi

    Baik kekerasan yang berlangsung bertahun-tahun maupun yang baru akan terjadi akan berdampak besar bagi sisi emosi seorang perempuan. Di satu sisi, penyintas bisa merasa menyalahkan diri sendiri atau sebaliknya, begitu marah pada situasi.

    Biasanya, emosi-emosi negatif ini juga disertai rasa takut, tidak mudah percaya, sedih, rapuh, dan malu. Sangat mungkin orang yang pernah mengalami kekerasan terhadap perempuan akan merasa dirinya tak lagi berharga.

    Pada akhirnya, segala jenis reaksi emosi akibat kekerasan terhadap perempuan ini membuat seseorang bisa menutup diri dari sekitar. Mulai dari keluarga, sahabat, pasangan, bahkan dunia.

    2. Dampak psikologis

    Tak hanya emosi, sisi psikologis penyintas kekerasan terhadap perempuan juga akan terpengaruh. Bahkan, meskipun kekerasan yang dialaminya telah cukup lama berlalu. Jenis-jenis dampaknya bisa berupa mimpi buruk yang berhubungan dengan kekerasan, flashback, sulit berkonsentrasi, depresi, hingga post-traumatic stress disorder.

    Apabila kondisi ini menjadi semakin parah, sebaiknya tidak didiamkan begitu saja. Salah jika menganggap dampak psikologis pada korban kekerasan terhadap perempuan akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

    Seiring dengan kehidupan, akan ada pemantik-pemantik yang membuat memori buruknya muncul kembali. Lebih baik jika penyintas diberikan jenis terapi psikologi sesuai dengan kondisi yang dialaminya.

    3. Reaksi fisik

    Tentu kondisi fisik tak bisa berbohong jika seorang perempuan pernah mengalami kekerasan. Baik itu kekerasan hanya terjadi satu kali maupun terus menerus – seperti kasus KDRT – akan ada dampaknya secara fisik. Luka fisik akibat kekerasan terhadap perempuan mungkin bisa mereda setelah beberapa waktu.

    Meski demikian, tubuh dan reaksi fisik tidak bisa berbohong. Akan ada perubahan mulai dari siklus tidur, pola makan, hingga respons terhadap ancaman. Sangat masuk akal apabila penyintas kekerasan terhadap perempuan menjadi lebih sensitif terhadap bunyi atau sentuhan tertentu yang mengingatkannya kembali pada kekerasan yang pernah dialaminya.

    4. Kepercayaan diri

    Masih berhubungan dengan sisi psikologis, penyintas kekerasan terhadap perempuan juga bisa mengalami masalah dengan kepercayaan diri. Lagi-lagi, ini terjadi karena kerap mengalami kekerasan sehingga merasa dirinya tidak berguna.

    Ketika kepercayaan diri ini runtuh, maka ada kemungkinan merembet pada hal lain seperti cemas berlebih pada situasi tertentu, menghindari tempat atau orang tertentu, terus menerus merasa sedih, bahkan bisa muncul suicidal thoughts atau keinginan untuk mengakhiri hidup.

    • Share:

    Artikel Sebelumnya

    Manfaat Support System untuk Kesehatan Mental
    September 13, 2022

    Artikel Selanjutnya

    Ketahui Struktur dan Fungsi Jaringan Otot Manusia
    September 14, 2022

    KAITAN UMA

    Penjaminan Mutu Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Himpunan Aplikasi Online Universitas Medan area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Jurnal Imiah Dosen Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Database Jurnal Mahasiswa Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    Repository Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.
    OPAC (Open Access Public Catalog) Digital library Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut.

    INSTAGRAM PJII UMA

    MEDIA KAMPUS

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. Green Metric

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    Universitas Medan Area - Universitas terbaik menerapkan kampus digital dengan mendukung program kampus merdeka menjadi PTS favorit di sumut. PTS-Sehat

    logo-lke-uma

    0811-6121-412

    [email protected]

    Kampus I

    Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
    (061) 7360168. CALL CENTER : 0811-6013-888 Whatsapp
    Fax : (061) 7368012
    [email protected]

    Kampus II

    Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
    (061) 42402994
    Fax : (061) 8226331
    [email protected]

    © Copyright 2026 Pusat Jurnal Ilmiah Internasional | Universitas Medan Area.

    Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026