Penyebab vandalisme di kalangan remaja
Penyebab vandalisme di kalangan remaja
Remaja adalah fase kehidupan seseorang yang sedang berkembang. Pada tahap ini, kebutuhan akan aktualisasi atau pengakuan diri terhadap lingkungannya amatlah besar.
Sebuah penelitian di daerah Sampang, Jawa Timur, yang dilakukan oleh Universitas Negeri Surabaya menjelaskan bahwa salah satu pemicu perilaku vandalisme pada remaja adalah eksistensi, alias kebutuhan ingin diakui oleh lingkungan sekitar.
Jika membahas tentang penyebab, timbulnya suatu perilaku merupakan hasil kombinasi dari beberapa faktor terkait.
Terdapat beberapa faktor yang saling berhubungan sebagai penyebab vandalisme di kalangan remaja.
1. Pengaruh psikologis remaja
Remaja berada pada masa transisi antara anak-anak menuju dewasa, yang mungkin belum matang secara fisik dan mental.
Pada masa ini, mereka masih dalam proses pencarian jati diri dan cenderung memiliki emosi yang belum stabil.
Perubahan fisik dan psikologis turut memiliki andil dalam perubahan emosi pada remaja. Mereka cenderung ingin mencoba hal baru, terutama untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan.
Hal ini tidak jarang membuat remaja berperilaku suka “meledak-ledak” atas segala kondisi, kejadian, atau kegagalan yang dialaminya.
2. Lingkungan pergaulan
Teman dan pergaulan memang bisa menjadi cerminan diri. Di masa peralihan antara anak menuju dewasa ini, remaja cenderung lebih senang berkumpul dengan teman-temannya.
Lingkungan pergaulan yang tidak baik dapat mempengaruhi perilaku remaja pada tindakan yang negatif. Hal ini semata-mata sebagai bentuk eksistensi diri di lingkungan pertemanannya.
3. Pengaruh media sosial
Di era digital ini, media sosial sudah menjadi hal lumrah bagi sebagian besar remaja.
Salah satu dampak media sosial adalah turut memengaruhi perilaku negatif pada remaja, seperti vandalisme.
Kemunculan konten-konten berbau rebel di media sosial juga secara tidak langsung mempengaruhi remaja untuk melakukan hal serupa di kehidupan nyata.
4. Lingkungan keluarga
Keluarga nyatanya termasuk salah satu faktor penyebab vandalisme pada remaja.
Sebuah artikel yang berjudul Teenagers’ vandalism and the importance of parent-child relationships in addressing it menyebut bahwa pola asuh orang tua turut andil dalam perilaku vandalisme pada remaja.
Sebab, orangtua dan keluarga adalah orang terdekat di generasi remaja yang secara langsung terlibat dalam perkembangan diri dan psikis remaja.
Berikut adalah beberapa masalah dari lingkungan keluarga yang menjadi pemicu vandalisme.
- Kurangnya perhatian sehingga remaja melakukan perbuatan tersebut sebagai bentuk pelarian atau pembuktian diri atas eksistensi dirinya.
- Kurangnya kontrol keluarga terhadap dunia remaja, seperti pergaulan, lingkungan, atau media sosial yang mereka minati.
- Terlalu memanjakan remaja. Dalam hal ini, keluarga cenderung membebaskan dan tidak melarang perilaku menyimpang pada mereka.
5. Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah juga bisa memicu terjadinya perilaku tidak terpuji ini. Berikut adalah beberapa kondisi dalam sekolah yang bisa memicu perbuatan vandal.
- Tidak mendapat perhatian dari guru dalam proses belajar mengajar
- Ekspresi kejengkelan karena sering dimarahi guru
- Berpindah-pindah sekolah dengan berbagai alasan
- Menjadi korban bullying
- Masuk dalam kelompok yang berperilaku negatif di sekolah
- Merasa bebas setelah pulang sekolah.
6. Sanksi yang tidak tegas
Selanjutnya, penyebab vandalisme adalah sanksi yang tidak tegas dari lingkungan sekitar dan pemerintah setempat. Hal ini bisa menyebabkan aksi vandalisme di kalangan remaja semakin meluas. Jika tidak ada sanksi yang tegas, pelaku bisa bersikap seenaknya dan tidak merasa takut untuk membuat kesalahan.
7. Bagi lingkungan
Dampak nyata vandalisme adalah menimbulkan kerusakan pada sebagian besar fasilitas umum.
Corat-coret di jalan, kerusakan fasilitas umum, dan sampah yang berserakan menjadi pemandangan yang tidak sedap dipandang mata.
Tidak hanya itu, efek kerusakan yang ditimbulkan juga mengganggu ketertiban, penggunaan ruang publik, hingga menurunkan kualitas kehidupan perkotaan.
Hal ini juga berdampak pada biaya perbaikan fasilitas umum yang tidak murah. Perbuatan merusak barang berharga bahkan bisa menyebabkan sanksi hukum.
8. Bagi remaja
Tidak hanya merugikan lingkungan, perbuatan ini juga berdampak negatif bagi pertumbuhan fisik, serta perkembangan intelektual, mental, dan sosial remaja.
Akibatnya, ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan dan sosial, serta perilaku negatif hingga tindak kriminal pada remaja.

