Perbedaan pengapuran dan pengeroposan tulang dan Cara Mengatasi
Pengapuran tulang dan pengeroposan tulang merupakan dua kondisi yang berbeda. Pengapuran tulang adalah osteoartritis, sementara pengeroposan tulang adalah osteoporosis.
Pengapuran tulang terjadi karena proses mekanis yang menyebabkan tulang rawan pelindung sendi menjadi rusak. Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah keadaan di mana terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang. Pengurangan kepadatan tulang ini terjadi secara perlahan namun terus-menerus.
Proses pengeroposan tulang biasanya mulai menurun di usia >35 tahun dan lebih cepat terjadi pada wanita setelah menopause.
Tidak seperti pengeroposan tulang, orang yang mengalami pengapuran tulang biasanya tidak mengalami gejala sampai terjadi patah tulang. Oleh karena itu, pengeroposan tulang seringkali disebut sebagai “silent disease”
Pengapuran dan pengeroposan tulang adalah penyakit tulang kronik yang dikaitkan dengan proses penuaan. Walau keduanya terdengar mirip, keduanya berbeda baik gejala maupun penanganannya.
Cara mengatasi pengapuran tulang secara mandiri
Berikut ini beberapa cara mengatasi pengapuran tulang yang bisa Anda lakukan:
1. Mengonsumsi makanan sehat
Sendi yang mengalami tekanan berlebih bisa memperburuk pengapuran tulang yang sedang Anda diderita. Solusi mudahnya adalah menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan yang ideal.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan untuk pengapuran tulang yang sehat, seperti sayur, buah, dan ikan yang bisa menguatkan tulang serta sendi.
2. Olahraga
Olahraga secara teratur penting dilakukan untuk dapat menguatkan otot di sekitar sendi yang sedang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi Anda menjadi lebih stabil dan dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis.
Ada beberapa jenis olahraga yang baik untuk pengapuran tulang, antara lain bersepeda dan berenang. Pastikan olahraga yang Anda lakukan tidak berlebihan agar tidak memperburuk masalah yang diderita.
3. Kompres hangat atau dingin
Saat kondisi osteoarthritis yang Anda alami menimbulkan rasa sakit, cobalah gunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankan rasa sakitnya. Penggunaan kompres hangat bisa melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram otot dan nyeri.
4. Mengonsumsi obat pereda rasa sakit
Penggunaan obat pereda rasa sakit seperti krim atau gel yang dijual bebas di apotik juga Anda pilih untuk meredakan osteoarthritis.
Krim atau gel pereda rasa sakit cocok digunakan pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian lutut dan jari-jari.
5. Menggunakan alat bantu
Menggunakan alat bantu seperti tongkat mungkin dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang untuk beraktivitas.
Penggunaan alat bantu khususnya pada kasus pengapuran tulang akibat kerusakan tulang dan sendi yang sudah berlanjut bisa memudahkan pergerakan sendi yang mulai rapuh. Untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, sebaiknya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter orthopedi.

