Olahraga untuk Penderita Skoliosis
Olahraga untuk skoliosis berfokus pada penguatan otot punggung. Bukan cuma berenang, ada berbagai jenis olahraga yang dianjurkan.Skoliosis adalah kondisi tulang belakang yang melengkung berbentuk huruf S atau C. Ada beberapa jenis olahraga untuk skoliosis yang berguna mengurangi nyeri yang mungkin muncul atau menyebabkan gejalanya bertambah parah.
Biasanya, olahraga yang dilakukan berfokus untuk penguatan otot tulang punggung. Apa saja olahraga yang aman untuk skoliosis? Simak lengkapnya dalam artikel ini.
Apakah boleh penderita skoliosis berolahraga?
Ada sebagian orang yang khawatir, kalau olahraga bisa memperburuk kondisi skoliosis.
Padahal, olahraga dan latihan peregangan menjadi komponen penting dari pengobatan skoliosis.
Jenis olahraga terbaik untuk skoliosis adalah peregangan (stretching) dan penguatan (strengthening).
Olahraga dapat membantu membangun dan mempertahankan kekuatan otot inti untuk menopang tulang belakang.
Otot yang kuat berfungsi membantu menstabilkan tulang belakang.
Namun, kamu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pemilihan olahraga serta latihan peregangan akan menyesuaikan dengan kondisi skoliosis kamu.
Jenis-jenis olahraga yang dianjurkan untuk skoliosis
Pilih olahraga atau latihan yang bertujuan untuk memperkuat dan meregangkan otot punggung. Saat otot kuat, tulang juga jadi lebih kuat untuk menopang beban sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.
Mengutip NHS, apa pun jenis olahraganya yang terpenting adalah menjaga agar area punggung tetap bergerak. Namun, tetap perhatikan kemampuan dan kondisi.
Berikut adalah beberapa olahraga yang aman dan direkomendasikan untuk skoliosis:
1. Berenang
Sejak dahulu, berenang telah direkomendasikan sebagai olahraga yang aman untuk penderita skoliosis ataupun masalah tulang belakang lainnya. Alasannya, karena air dapat memberikan daya apung.
Hal tersebut bermanfaat untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang dan punggung.
Manfaat berenang yang lain juga dapat melatih sekaligus memperkuat otot inti di seluruh punggung.
Namun, penderita skoliosis sebaiknya hindari berenang dengan gaya kupu-kupu. Gaya kupu-kupu biasanya lebih membebani punggung ketimbang gaya renang lainnya.
2. Yoga
Yoga adalah olahraga yang dapat menjaga keseimbangan serta fleksibilitas.
Olahraga yoga juga direkomendasikan dokter untuk kondisi skoliosis, karena bermanfaat untuk:
- Mempertahankan atau memperbaiki tulang belakang
- Meregangkan area tulang belakang yang tegang
- Memperkuat punggung
- Mengurangi rasa nyeri
- Meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas
Anda bisa mencoba gerakan yoga untuk skoliosis, seperti half forward bend, downward facing dog, bridge pose, side plank, mountain pose, serta side reclining leg.
3. Pilates
Sebagai olahraga yang bermanfaat untuk memperbaiki postur tubuh, pilates juga diklaim efektif dalam perawatan skoliosis. Pasalnya, orang yang mengalami skoliosis juga kerap bermasalah dengan postur tubuh.
Postur tubuh yang buruk diketahui juga dapat menambah rasa nyeri pada tulang belakang akibat kelainan, seperti skoliosis. Apabila dilakukan secara rutin dan tepat, olahraga ini bermanfaat untuk:
- Mengurangi ketegangan punggung
- Menjaga keseimbangan tubuh
- Memperkuat otot yang menopang tulang belakang
Beberapa gerakan pilates untuk skoliosis meliputi cat pose, camel pose, side stretching, single leg stand, core activation, dan lain-lainnya.
4. Latihan peregangan
Penderita skoliosis juga perlu melakukan latihan peregangan secara rutin.
Latihan peregangan sesuai dengan kurva skoliosis, dapat kamu jadikan sebagai pengganti olahraga berat, karena ini bermanfaat untuk merelaksasi sekaligus memperkuat punggung.
Kamu bisa melakukan latihan yang meliputi gerakan pelvic tilts, arm and leg raises, cat-cow pose, bird-dog pose, abdominal press, dan lain-lainnya.
Tentunya latihan peregangan juga perlu dilakukan bersama pelatih khusus, agar gerakannya tepat. Untuk olahraga lainnya, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Apalagi, setiap orang mempunyai gejala skoliosis yang berbeda-beda. Mulai dari skolisosis ringan hingga berat.
Olahraga yang dilarang untuk skoliosis
Ada aktivitas atau olahraga yang sebaiknya dihindari penderita skoliosis, karena bisa memperburuk gejala hingga meningkatkan risiko cedera, seperti:
- Angkat berat
- Skating
- Bermain sepak bola
- Senam dengan gerakan tertentu
- Balet
- Berlari kencang atau jarak jauh
- Menunggang kuda
- Olahraga yang menggunakan trampolin
Meskipun menjadi olahraga yang dilarang, ada pula yang diperbolehkan melakukannya dalam kondisi tertentu. Misalnya, sudah diizinkan dokter karena gejala skoliosis tergolong ringan.
Lakukanlah olahraga yang dapat meringankan gejala, memperkuat tulang, dan menjaga keseimbangan penderita skoliosis. Apabila diperlukan, kamu juga bisa menggunakan alat penahan khusus (brace) agar lebih nyaman saat melakukan gerakan olahraga.

