Apa Itu Self Harm? Kenali Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Self harm adalah menyakiti diri sendiri saat menghadapi masalah atau merasakan tekanan emosional. Sayatan di tangan merupakan tindakan self-harm yang paling banyak dilakukan.Self harm adalah tindakan menyakiti diri sendiri. Beberapa orang mungkin terjebak dalam tindakan tidak sehat ini saat merasa frustrasi atau tak ada jalan keluar atas masalah yang dihadapi.
ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu self-harm dan tindakan tepat untuk membantu orang yang menyakiti diri sendiri? Simak ulasannya di sini.
Apa itu self harm?
Sesuai namanya, self harm adalah tindakan dengan sadar menyakiti diri sendiri pada bagian tubuh tertentu sebagai cara menghadapi perasaan sulit, ingatan menyakitkan, maupun situasi atau pengalaman yang luar biasa.
Self-harm, atau kadang disebut self-injury, biasanya bukanlah tindakan untuk bunuh diri. Tindakan-tindakan self harm lebih merujuk pada cara seseorang bergumul dengan emosi dan rasa frustrasi, yang tentu amat berbahaya.
Beberapa pelaku self harm biasanya melukai diri sendiri dengan tujuan berikut:
- Mengungkapkan sesuatu yang sulit diungkapkan dengan kata-kata
- Mengubah pikiran dan perasaan yang tidak terlihat menjadi sesuatu yang terlihat
- Mengubah rasa sakit emosional menjadi rasa sakit fisik
- Mengurangi perasaan dan pikiran emosional yang berlebihan
- Merasa diri memiliki kendali penuh akan sesuatu
- Melarikan diri dari kenangan traumatis
- Menghukum diri sendiri karena perasaan atau pengalaman sebelumnya
- Mencoba berhenti dari perasaan hampa atau sulit mengungkapkan emosi (mati rasa) dan disosiasi
- Mencari alasan untuk secara fisik bisa merawat diri sendiri
- Mengekspresikan perasaan yang kuat dan pikiran bunuh diri tanpa benar-benar kehilangan nyawa.
Bagi orang yang menyakiti dirinya sendiri, ia mungkin akan merasakan sensasi ketenangan dan kepuasan yang sifatnya sementara. Namun kemudian, perasaan bersalah akan muncul diikuti dengan kambuhnya amarah dan frustrasi yang membekap perasaannya.
Self harm adalah tindakan yang membahayakan diri sendiri dan berisiko memicucedera parah pada bagian tubuh. Bahkan, bukan tidak mungkin pelakunyamelakukan tindakan yang lebih fatal, seperti bunuh diri.
Bentuk-bentuk self harm untuk menyakiti diri sendiri
Ada beberapa bentuk self harm atau tindakan menyakiti diri sendiri, misalnya:
- Tangan di silet atau membuat goresan pada bagian tubuh menggunakan benda tajam
- Membakar bagian tubuh menggunakan korek api atau rokok
- Mengukir kata atau simbol tertentu pada kulit tubuh
- Memukul diri sendiri, termasuk meninju atau memukul kepala
- Menusuk kulit dengan benda tajam
- Memasukkan benda ke bawah kulit atau bagian dalam tubuh
- Meracuni diri sendiri
- Menggigit diri sendiri
- Mencubit atau menggaruk kulit dengan sangat kencang
- Menarik rambut sendiri
- Makan berlebihan atau kurang makan
- Olahraga secara berlebihan
- Menyalahgunakan alkohol, obat resep, dan/atau narkoba
- Melakukan perilaku seks yang tidak aman
- Melibatkan diri dalam perkelahian
Tindakan self harm cenderung akan meninggalkan “pola” pada kulit bagian tubuh tertentu. Bagian tubuh yang kerap menjadi sasaran self-injury yaitu lengan, kaki, atau bagian depan torso (area perut dan pinggang). Namun, bukan tak mungkin ada area lain yang menjadi sasaran tindakan menyakiti diri sendiri.
Tindakan self-harm biasanya dilakukan di tempat privat. Penderitanya juga mungkin saja melakukan tindakan menyakiti diri sendiri dengan lebih dari satu cara di atas.

